Kompas.com - 29/08/2014, 10:31 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Gaya hidup moderen yang kurang olah raga, senang makan enak dan sering terkena stres memicu timbulnya berbagai penyakit serius seperti jantung koroner.

“Dulu penyakit jantung koroner ini dialami oleh mereka berusia 60-an tahun. Belakangan ini semakin sering usia 30 dan 40-an tahun terkena penyakit jantung koroner. Gaya hidup menyebabkan orang usia muda terkena penyakit ini . Padahal penyakit ini sangat mudah dicegah dengan gaya hidup sehat,” ujar Dr. Daniel Tanubudi, SpJP, ahli penyakit jantung dari Eka Hospital, BSD, Tangerang.

Serangan jantung muncul dengan gejala rasa tertekan beban berat di dada kiri, panas, mual dan muntah. Rasa sakit itu menjeler ke leher, bahu, lengan kiri. “Penderita juga bisa mengalami nyeri di ulu hati seperti sakit maag. Keluar juga keringat dingin,” katanya.

Dalam keadaan seperti ini, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. “Jangan buang waktu. Saat terkena serangan jantung, pasokan oksigen dan nutrisi untuk seluruh tubuh berkurang. Kalau buang waktu, semakin banyak otot jantung yang hilang kemampuannya dalam memompa darah. Pasien menjadi mudah lelah saat berjalan sedikit saja,” katanya.

Ketika ini sudah terjadi, pilihan yang tersedia untuk pasien bisa berupa operasi bypass seharga lebih dari 100 juta rupiah. “Bisa pula mendapatkan kateterisasi, prosedur invasif memasukkan selang di pembuluh jantung. Bagian pembuluh yang tersumbat diberi balon agar penyumbatan terdesak. Kemudian jantung dipasang sten,” ungkap Dr. Daniel. Satu sten harganya berkisar 40-50 juta.

Daripada menghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk penyakit jantung, lebih baik melakukan pencegahan yang tak membutuhkan biaya sama sekali. “Berhentilah merokok, jaga tekanan darah tetap normal, hindari kegemukan dan diabetes. Jangan malas berolah raga,” ujarnya.

Dr. Daniel menyadari sangat sulit menyadarkan orang yang berisiko tinggi kena serangan jantung untuk mulai hidup sehat. “Mereka mungkin sekarang belum terkena. Lima atau 10 tahun lagi mereka bisa kena serangan jantung. Bila sudah terkena, lebih mudah bagi mereka untuk berhenti merokok dan mengatur pola makan lebih sehat,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.