Kompas.com - 18/09/2014, 19:43 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Para wanita di Venezuela sedang gelisah karena negeri mereka menghadapi kelangkaan stok implan payudara yang biasa dipakai untuk membesarkan payudara.

Wanita Venezuela memang sangat terobsesi pada kecantikan. Hampir setiap wanita di negara tersebut berlomba-lomba menjadi lebih cantik, termasuk dengan cara bedah plastik.

Prosedur bedah plastik di negara latin ini memang termasuk tertinggi di dunia. Di tahun 2013 para dokter telah menjalankan 85.000 operasi implan di Venezuela. Jumlah tersebut dikalahkan oleh Amerika Serikat, Brazil, Meksiko, dan Jerman karena memang jumlah populasi yang lebih besar.

Tidak ada data pasti berapa banyak wanita Venezuela yang sudah memperbesar payudaranya. Namun, bila Anda berjalan-jalan di ibu kota Caracas, fenomena tersebut lebih mencolok dibanding tempat lain. Bahkan manekin yang dipakai di toko juga seperti sudah dipasangi implan.

Buat warga Venezuela, implan payudara menjadi bagian dari budaya. Bukan cuma wanita kelas atas atau aktris yang melakukannya, mereka yang tinggal di pemukiman padat juga memasang implan pada payudaranya.

Namun, karena krisis belakangan ini, Venezuela kesulitan mendapat implan payudara bermerek terkenal dan terstandar baik. Para dokter pun diprotes banyak wanita. Sebagai alternatif memang tersedia implan produksi Tiongkok. Namun banyak pasien dan dokter yang takut menggunakannya karena tak yakin dengan kualitas produk tersebut.

Sebelumnya Venezuela sempat punya akses mudah untuk mengimpor implan yang sudah distandardisasi FDA. Kini hal itu sudah tidak memungkinkan karena adanya kontrol mata uang yang sangat ketat di Venezuela.

"Mereka (para wanita) semua mengeluh. Wanita Venezuela sangat menjunjung tinggi citra diri," kata Ramon Zapata, presiden perkumpulan dokter bedah plastik.

Saat ini sebagian wanita Venezuela masih bisa memperbesar payudaranya lewat undian yang diadakan farmasi, kantor, bahkan politisi yang sedang berkampanye.

Selama demonstrasi anti-pemerintah pada musim semi tahun ini, para demonstran memprotes kenaikan harga implan payudara, diikuti keluhan akan minimnya stok makanan dan tingginya harga tukar mata uang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.