Kompas.com - 22/09/2014, 10:35 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Diabetes merupakan penyakit yang perjalanannya cukup panjang. Sebelum menjadi diabetes, seseorang akan mengalami peningkatan kadar gula darah di atas normal. Kondisi ini disebut juga dengan pradiabetes. Dengan perubahan gaya hidup, priadiabetes tak selamanya akan menjadi diabetes.

Pradiabetes ditandai dengan kadar gula darah yang terus tinggi atau di atas normal dalam beberapa waktu terakhir, tetapi belum bisa dikatakan diabetes. Mengingat tidak ada gejala fisik yang tampak, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan gula darah.

Semakin banyak dokter yang mulai menyadari pentingnya diagnosis pradiabetes supaya kondisi ini dapat segera ditangani dan menghindari komplikasi penyakit serius lain.

Mereka yang berisiko

Ada beberapa golongan orang yang lebih terancam terkena diabetes melitus:

1. Orang yang punya keturunan mengidap diabetes.
2. Wanita dengan diabetes saat hamil atau yang berat bayi lahir lebih dari 4 kg.
3. Penderita obesitas atau mereka yang kelebihan berat badan, terutama dengan perut buncit.
5. Orang dengan kolestrol, trigliserida, LDL (kolesterol jahat) tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang rendah.
6. Mereka yang malas bergerak.
7. Orang lanjut usia.

Gejala pradiabetes

Gejala dari pradiabetes pada kebanyakan orang tidak ada. Akan tetapi ada beberapa gejala diabetes seperti rasa haus yang berlebih, sering buang air kecil, penglihatan yang kabur, dan rasa lelah yang berlebihan. Lakukan tes darah untuk memastikannya.

Berikut orang-orang yang sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan gula darah:

1. Mereka yang berusia 45 tahun ke atas.
2. Orang yang berlebihan berat badan dengan BMI di atas 25.
3. Orang yang masuk dalam etnis rentan diabetes.
4. Wanita yang pernah mengalami diabetes saat hamil dan melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4 kg.
5. Penderita sindrom polycystic ovary (PCOS).
6. Mereka yang kadar trigliseridanya tinggi atau HDLnya rendah.
7. Orang yang sebelumnya punya hasil tes gula darah abnormal.
8. Penderita serangan jantung atau pernah mengalaminya.
9. Orang dengan kondisi resisten insulin, contohnya mengalami kegemukan atau punya garis kehitaman di sekitar leher belakang.

Cara mendiagnosis pradiabetes

Ada beberapa tes yang dokter dapat lakukan untuk mendiagnosis pradiabetes, yakni kadar gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan kadar gula darah rata-rata. Hampir setiap laboratorium bisa melakukan pemeriksaan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.