Kompas.com - 30/09/2014, 15:50 WIB
Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Banda Aceh memperlihatkan jenis alat dan obat kontrasepsi kepada warga Serambi Indonesia/Bedu SainiPetugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Banda Aceh memperlihatkan jenis alat dan obat kontrasepsi kepada warga
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada berbagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Saat ini, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dinilai lebih efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Salah satunya kontrasepsi intrauterine devices (IUD) atau biasa disebut KB Spiral.

Kontrasepsi IUD ini mampu mencegah kehamilan selama 5 tahun. Ketua Perkumpulan Obsteri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Nurdadi Saleh mengatakan, saat ini kontrasepsi IUD juga disarankan untuk digunakan pasca melahirkan.

"Pemasangan pascasalin itu ketika ari-ari sudah keluar kita pasang spiral. Itu sesuatu hal yang baru 5 tahun terakhir ini," terang Nurdadi dalam acara memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Untuk pemasangan IUD pasca bersalin, para ibu akan diberikan edukasi pada masa kehamilan mengenai alat kontrasepsi ini. Jika tidak dipasang pascabersalin, khawatir sang ibu justru akan lupa untuk kembali ke rumah sakit untuk memasang alat kontrasepsi.

Menurut Nurdadi, kontrasepsi IUD aman bagi kesehatan dengan tingkat keamanan di atas 90 persen. Pemasangan spiral pada rahim juga tidak akan mengganggu produksi air susu ibu. Kontrasepsi ini juga dapat dilepas jika tiba-tiba wanita tersebut ingin kembali hamil setelah lebih dari dua tahun mengenakan kontrasepsi IUD.

Selain IUD, MKJP juga bisa dilakukan dengan implan. Nurdadi mengatakan, MKJP dan non MKJP memiliki tingkat keamanan yang sama.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal menjelaskan, pemilihan MKJP disarankan dibanding non MKJP hanya untuk mencegah risiko putus pakai.

"Angka pemakaian alat kontrasepsi oleh ibu-ibu kita yang putus pakai cukup tinggi. Jadi dia minum pil KB atau suntik hanya sebentar saja. Setelah itu tidak lagi karena lupa minum misalnya," terang Fasli.

Fasli mengatakan, kontrasepsi merupakan salah satu alat efektif untuk mengatur kelahiran, jarak kehamilan, serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan bagi pasangan usia subur.

Kontrasepsi juga berguna untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi. Penggunaan alat kontrasepsi juga sangat berpengaruh untuk menekan laju penduduk Indonsia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.