Kompas.com - 30/09/2014, 16:55 WIB
Seorang warga sedang menjaring ikan di Sungai Siak, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSeorang warga sedang menjaring ikan di Sungai Siak, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Lingkungan dengan polusi udara tinggi meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Oksidan atau molekul oksigen yang tak stabil akibat polusi udara yang terserap tubuh menyebabkan kerentanan pembuluh darah.

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Anwar Santoso pada Peringatan Hari Jantung Sedunia, Senin (29/9). Data menunjukkan korelasi positif antara tingginya polusi dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Melihat kondisi saat ini, yaitu prevalensi hipertensi 25 persen, prevalensi diabetes melitus 5-10 persen, prevalensi kolesterol tinggi 40 persen, dan prevalensi merokok 30 persen, ditambah polusi udara tinggi, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah akan kian berlipat. ”Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat masih rendah,” ujar Anwar.

Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Amiliana M Soesanto menambahkan, penyakit kardiovaskular di Indonesia sudah menjadi ancaman yang patut diperhatikan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular, termasuk jantung koroner dan stroke, merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Sebanyak 30 persen kematian dunia pada 2005 disebabkan penyakit itu.

Menurut Anwar, memerangi oksidan dalam tubuh membutuhkan konsumsi sayuran dan buah yang banyak. Hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dilakukan. (ADH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.