Kompas.com - 07/10/2014, 13:24 WIB
Calon haji di Embarkasi Donohudan, Boyolali, diperiksa tim medis, Rabu (3/9/2014). KOMPAS.COM/M WismabrataCalon haji di Embarkasi Donohudan, Boyolali, diperiksa tim medis, Rabu (3/9/2014).
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa ibadah haji di tanah suci pada tahun ini akan segera berakhir.  Ada 156.291 jemaah haji dari 13 embarkasi di Indonesia yang berangkat haji pada tahun ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mencegah kemungkinan penyebaran penyakit ebola di Indonesia yang bisa saja dibawa oleh para jemaah haji.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pihaknya akan memasang thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh di bandara udara tempat para jemaah tiba. Para jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan kesehatan ketika tiba di Indonesia.

"Petugas kita akan periksa jemaah yang datang. Kita amati kesehatan mereka sampai 2 minggu," terang Ghufron di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Petugas kesehatan di masing-masing embarkasi akan terus memantau kesehatan para jemaah. Selain itu, jemaah haji juga diminta aktif melaporkan kepada petugas kesehatan jika memiliki gejala-gejala penyakit ebola. Nantinya, mereka bisa dirujuk ke rumah sakit khusus haji.

Ghufron berharap para jemaah haji juga telah memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pelayanan kesehatan sepulang dari haji. Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada jemaah haji yang terinfeksi ebola. Hanya saja, pemerintah tetap harus melakukan antisipasi pencegahan.

"Jemaah yang nanti pulang itu, selain termonitor, bisa aktif memonitor. Dia harus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat," kata Ghufron.

Untuk diketahui, wabah ebola dapat menular melalui darah atau cairan tubuh dari orang yang telah terinfeksi virus ebola. Gejala awal dari penyakit mematikan ini diantaranya demam, sakit kepala, nyeri otot, dan diare.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sistokel
Sistokel
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.