Pemberian “Voucher” Belanja Bantu Wanita Berhenti Merokok

Kompas.com - 29/01/2015, 13:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
– Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat seseorang berhenti merokok, meski terkadang sulit terwujud. Berdasakan penelitian British Medical Journal (BMJ), salah satu caranya yaitu dengan memberikan voucher belanja kepada para wanita yang merokok.

Menurut penelitian ini wanita hamil yang merokok dapat dua kali lebih mudah berhenti merokok ketika diberikan voucher belanja dibanding mengikuti konseling.

Penelitian ini melibatkan 600 wanita hamil di Inggris. Mereka ditawari hingga 1.200 dollar AS voucher belanja asalkan mau berhenti merokok. Hampir seperempat wanita tersebut berhasil berhenti merokok.

Wanita lainnya diberi terapi nikotin dan konseling gratis mengenai cara untuk berhenti merokok. Hasilnya, hanya kurang dari 9 persen wanita yang mampu menghentikan kebiasaan merokok.

Setelah satu tahun, sebanyak 15 persen wanita yang pernah diberi voucher belanja tetap menjauhi rokok. Sementara itu, hanya 4 persen dari wanita yang diberi konseling yang tetap berhenti merokok.

Namun, cara membuat orang berhenti merokok dengan pemberian voucher belanja ini ditentang sejumlah pihak.  Mereka berpendapat bahwa pemberian voucher belanja sifatnya memaksa dan mengurangi rasa tanggung jawab.

Akan tetapi, menurut para peneliti ini, cara tersebut cukup bermanfaat. Dengan berhenti merokok, para wanita hamil bisa mendapat dana tambahan untuk kelahiran anak mereka nanti.

"Penerimaan uang dapat berkontribusi untuk pendapatan rumah tangga yang diperlukan sebelum kehadiran bayi bagi orang yang berpenghasilan rendah,” kata peneliti.

Merokok tak hanya berbahaya bagi kesehatan ibu hamil, tetapi juga janin dalam kandungan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Time
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X