Kompas.com - 16/04/2015, 12:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Hemofilia mungkin masih asing terdengar di telinga Anda. Penyakit ini merupakan kelainan pembekuan darah yang diturunkan. Pengetahuan masyarakat yang minim membuat penyakit ini jarang terdiagnosis.

Sejauh ini jumlah pasien yang sudah terdiagnosis baru 1.025 orang. Padahal, menurut Djajadiman Gatot, dokter spesialis anak, konsultan hematologi, jumlahnya mungkin lebih banyak lagi.

“Kalau angka kejadian di dunia satu per 1000, maka di Indonesia dengan kira-kira penduduknya 250 juta, diperkirakan ada 25 ribu penderitanya,” kata Gatot yang juga Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) ini.

Gatot mengungkapkan, hemofilia terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah sehingga darah sulit membeku pada saat luka.  Ada dua tipe hemfoilia, yaitu hemofilia A dan B. Di dunia, sebanyak 83 persen menderita hemofilia A, yaitu kekurangan faktor VIII. Sedangkan hemofilia B, yaitu kekurangan faktor IX hanya diderita sekitar 17 persen.

Sebagian besar penyandang hemofilia adalah laki-laki, sebab wanita hanya bersifat sebagai pembawa gen hemofilia. “Perempuan membawa sifat hemofilia dari ayahnya. Nanti yang bisa terkena hemofilia, anaknya yang laki-laki,” terang Gatot.

Gejala utama penyakit ini adalah luka perdarahan yang sulit berhenti, serta sering muncul lebam di kulit anak. Sering kali pasien mengira pendarahan yang terjadi adalah pendarahan biasa. Padahal, jika tidak tertangani, pendarahan terus menerus dapat mengakibatkan kecacatan hingga kematian. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan akan diderita oleh seseorang seumur hidup.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Tubagus Djumhana Atmakusuma mengatakan, hemofilia dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Mereka dapat terbebani secara fisiologis, psikologis, dan juga ekonomis karena mahalnya pengobatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengobatan bagi penyandang hemofilia yaitu dengan transfusi faktor konsentrat sesuai tipe hemofilia yang dideritanya. Untuk itu dukungan keluarga, masyarakat, dan juga pemerintah sangat dibutuhkan.

“Biaya penanganan hemofilia tidak sedikit. Kita selalu mengajak semua pihak untuk ikut serta memikirkan mereka bagaimana kedepannya,” kata Djumhana dari Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) itu.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, setiap 17 April akan diperingati Hari Hemoilia Sedunia. Peringatan pada tahun ini difokuskan pada pentingnya membangun dukungan keluarga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.