Kompas.com - 04/07/2015, 04:07 WIB
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Hati merupakan organ dalam tubuh yang mempunyai tugas penting dan kompleks demi kelangsungan seluruh fungsi tubuh. Fungsi hati penting untuk mengontrol metabolisme tubuh, jaringan dan organ. Dengan kata lain, hati yang sehat memberi dampak langsung pada kesehatan tubuh.

Memang, secara alami hati punya kemampuan melindungi diri dengan cara meregenerasi. Kenyataannya, organ hati ternyata banyak berurusan dengan bahan-bahan yang berpotensi merusak, seperti bahan-bahan kimia dalam darah. Akibatnya, hati rentan terkena cedera, misalnya sirosis hati.

Sirosis hati adalah salah satu penyakit yang mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi hati. Sirosis ditandai dengan terjadinya kerusakan hati yang progresif dan memiliki kecenderungan tidak bisa diperbaiki. Sering diakibatkan oleh infeksi, hepatitis B dan C menahun, penggunaan alkohol berlebihan, atau penyakit autoimun.

Tak hanya itu. Bila berkelanjutan, sirosis hati juga berisiko berkembang menjadi kanker hati atau dalam istilah kedokteran dikenal sebagai hepatocellular carcinom. Lebih dari setengah jumlah pasien yang terdiagnosis mengalami kanker hati biasanya mengidap sirosis.

Shutterstock Lebih dari setengah jumlah pasien yang terdiagnosis mengalami kanker hati biasanya mengidap sirosis.

Pencegahan Sirosis Hati

Hal paling penting dalam tahap pencegahan perkembangan sirosis hati adalah deteksi dini dan memperlambat proses perkembangan penyakit tersebut. Pemeriksaan darah rutin salah satunya.

Lewat cara itu penderita bisa mengetahui perkembangan fungsi hati, kadar serum protein, protrombin, alanine transaminase (ALT), bilirubin dan lainnya. Hal ini baik dilakukan sehingga dapat memperpanjang usia penderita.

Selain itu, ada juga tahap pemeriksaan asites untuk mendeteksi cairan berlebih. Jika terdapat akumulasi cairan pada rongga perut yang sangat cepat dan tidak diketahui penyebabnya, penderita harus melakukan prosedur paracentesis. Evaluasi aktivitas adenosine deaminase (ADA), pemeriksaan kultur bakteri serta pemeriksaan sitologi juga dapat memastikan apakah benar mengidap sirosis hati.

Tak hanya itu. Pemeriksaan CT scan dapat membantu melihat perbandingan ukuran yang abnormal dari lobus. Jiks kepadatannya rendah, terlihat perubahan nodular, pembesaran pada hepatic portal, serta pembesaran limpa dan akumulasi cairan pada perut, maka dapat dipastikan penderita telah mengidap sirosis hati.

Sebenarnya, cara praktis untuk mencegah perkembangan sirosis hati adalah mengonsumsi karbohidrat dan protein yang cukup, mengoptimalkan asupan vitamin C serta mengurangi kadar garam. Namun, yang lebih utama adalah cara mencegah pembentukan jaringan parut hati lebih lanjut agar dapat memperlambat kerusakan sel-sel hati.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.