Kompas.com - 13/08/2015, 18:39 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Coca Cola memberi sekitar satu juta dolar untuk organisasi peneliti baru yang menekankan bahwa kurang berolahraga adalah faktor terbesar penyebab obesitas dibandingkan asupan kalori. Namun, secara ilmiah, jumlah kalori masih menjadi penyebab utama naiknya berat badan pada kebanyakan orang.

Meski olahraga memang membuat orang-orang lebih sehat, mengurangi kalori juga memaainkan peran penting dalam penurunan berat badan, kataa para ahli.

“Ada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan bahwa, dari perspektif individu, kuncinya adalah mengurangi kalori untuk berhasil menurunkan berat badan dari waktu ke waktu,” kata Dr. Pieter Cohen, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School. “Hal yang bagus memang untuk menambahkan olahraga, namun mengatakan bahwa olahraga menjadi solusi utama dari obesitas.. rasanya tidak mungkin,” kata Cohen pada Live Science.

Global Energy Balance Network (GEBN), sebuah organisasi nirlaba baru, menerima 1.5 juta dolar dari Coca Cola akhir tahun lalu sebagai bantuan untuk meluncurkan organisasi tersebut, menurut The New York Times.

Dalam sebuah pernyataan, Steven Blair, seorang profesor ilmu olahraga di University of South Carolina Arnold School of Public Health dan anggota GEBN, mengatakan meski media hanya fokus “menyalahkan”  makanan cepat saji dan berbagai minuman manis untuk masalah obesitas, hampir tidak ada bukti yang meyakinkan, bahwa secara nyata itu menjadi penyebabnya.

Dalam situsnya, GEBN tidak menyangkal bahwa kesehatan yang baik melibatkan kedua hal, baik mengonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga. Tapi, dalam website tersebut juga mengatakan, bahwa ada bukti kuat yang menunjukkan lebih mudah untuk mempertahankan gaya hidup aktif ketimbang makan lebih sedikit kalori.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan pada tahun 2014, beberapa anggota GEBN menulis bahwa peningkayan aktivitas fisik lebih mungkin untuk dicapai daripada mengurangi asupan kalori untuk keseimbangan energi.

Namun, Cohen tak setuju dengan pendapat tersebut. “ Program latihan biasanya harus dilakukan dengan keras, untuk menghasilkan penurunan berat badan,” ujarnya. Salah satu alasan efeknya adalah, bahwa olahraga meningkatkan nafsu makan, yang mana akan membuat seseorang untuk makan lebih banyak.

Olahraga juga menyebabkan tubuh membentuk otot lebih banyak, yang tentunya lebih berat dari jaringan lemak. Sebagai tambahan, biasanya akan lebih mudah untuk mengurangi kalori dibanding berolahraga dalam level tertentu yang dibutuhkan untuk membakar kalori, agar berat badan turun.

Meski begitu, Cohen menekankan bahwa olahraga memang dibutuhkan dalam program penurunan berat badan. Ketika seseorang berolahraga, ia akan membentuk lebih banyak otot, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. “Menurut para peneliti, meningkatnya metabolisme dapat membantu menurunkan berat badan,” ujar Cohen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.