Kompas.com - 17/09/2015, 16:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com — Kematian akibat penyakit jantung pada wanita ternyata lebih tinggi dibanding pria. Meski demikian, penyebabnya belum diketahui.

Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, Siska Suridanda Danny, mengungkapkan, berdasarkan data di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta tahun 2014, jumlah kematian akibat penyakit jantung koroner pada wanita mencapai sekitar 13 persen, sedangkan laki-laki sekitar 7 persen.

"Kematian di dalam rumah sakit hampir dua kali lipatnya. Itu khusus pada pasien jantung yang mengalami sumbatan total di pembuluh darah. Target kami adalah menurunkan angka kematian ini, gimana caranya supaya kurang dari 5 persen," ujar Siska dalam diskusi di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Menurut Siska, penyebab kematian pada wanita pasien penyakit jantung ini masih tanda tanya. Ada sejumlah hipotesis yang muncul. Misalnya, wanita memiliki pembuluh darah yang lebih kecil karena indeks massa tubuh pun lebih kecil dibanding pria.

Kemungkinan lainnya, ada pengaruh metabolisme obat-obatan yang berbeda antara pria dan wanita. Sebab, sebagian metabolisme obat dipengaruhi oleh hormon. "Penyakitnya sama, terapinya sama, tetapi mengapa kematian lebih tinggi. Mungkin kita enggak memberi obat yang tepat pada wanita," katanya.

Siska mengatakan, obat atau terapi khusus untuk pasien jantung pada wanita masih dalam proses penelitian. Menurut penelitian terbaru di Amerika Serikat, wanita pasien penyakit jantung ternyata juga mengalami gangguan pada pembuluh darah kecil atau mikrovaskular. Sementara itu, gangguan pada pria hanya pada pembuluh darah besar atau makrovaskular.

Meski kematian lebih banyak terjadi pada wanita, pasien penyakit jantung sendiri sendiri lebih banyak pria. Siska mengungkapkan, perempuan lebih banyak terkena penyakit jantung pada usia menopause atau usia 42-50 tahun. Hal ini diduga karena adanya perubahan hormon estrogen pada wanita setelah menopause.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Siska mengatakan, faktor risiko penyakit jantung tidak tunggal. Faktor risiko akan meningkat jika pola makan tidak baik, jarang olahraga, kegemukan, dan merokok.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Pes

Health
Cedera Ligamen Lutut Anterior

Cedera Ligamen Lutut Anterior

Penyakit
Psikopat

Psikopat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.