Kompas.com - 28/09/2015, 09:01 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Terlalu banyak melakukan hal baik juga bisa mengakibatkan keburukan untuk tubuh. Contohnya adalah olahraga. Dua studi yang dilakukan baru-baru ini, mengungkapkan akibat dari olahraga berlebihan dan membuat para penggemar olahraga untuk lebih santai dan menahan diri. Yang pertama adalah studi yang dilakukan oleh University of Utah di Salt Lake City yang telah mengidentifikasi reaksi biokimia yang menyebabkan rasa sakit pada otot dan rasa lelah saat Anda berolahraga.

Dan studi kedua yang dilakukan oleh Loyola University Medical Center di Maywood menunjukkan bahwa atlit-atlit muda dan berpenghasilan besar yang melakukan olahraga spesialisasi dapat mengalami cedera karena teralalu sering berolahraga dibandingkan para atlit yang berpenghasilan lebih sedikit. Ungkapan no pain, no gain, memang kerap sukses menjadi motivasi, namun di sisi lain juga dapat membahayakan jika diterapkan dengan berlebihan.

1. Osteoarthritis

Juga disebut sebagai penyakit degenerasi sendi, osteoarthtritis menyebabkan pembengkakan sendi-sendi di dalam tubuh. Salah satu dari beberapa faktor berisiko yang kemungkinan berkontribusi pada kondisi kesehatan adalah terlalu banyak olahraga.

2. Kesehatan mental

Olahraga dan aktivitas fisik memainkan peranan penting dalam membentuk image tentang diri Anda dan hidup Anda secara keseluruhan. Menurut beberapa studi, olahraga berlebihan dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk, bahkan kadang menyebabkan depresi.

3. Masalah menstruasi

Wanita yang berolahraga berlebihan akan mengalami periode menstruasi yang kurang teratur. Siklus menstruasi mereka bisa saja berlebihan atau hilang sama sekali. Jika Anda mengalaminya, coba review kembali status gizi, pengaturan olahraga, dan kesehatan menyeluruh jika berada dalam kondisi semacam ini.

4. Gangguan makan

Mereka yang kecanduan berolahraga hanya punya satu tujuan di benak mereka, bugar. Dan dalam rangka mencapai tujuan itu, mereka akhirnya mengalami gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.