Kompas.com - 18/11/2015, 11:07 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Penelitian sebelumnya sempat berpendapat kalau konsentrasi pestisida di tubuh anak-anak akan berangsur menghilang, ketika mereka beralih dari makanan konvensional menuju makanan organik.

Namun tampaknya, isi penelitian itu sudah kurang valid. Pasalnya, penelitian terbaru dari University of California, Berkeley, menunjukkan bahwa makanan organik belum tentu membuat semua anak bebas dari pestisida.

Lesliam Quirós-Alcala, asisten profesor kesehatan lingkungan di University of Maryland yang juga merupakan salah satu penulis utama studi tersebut, menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya hanya melihat efek dari diet organik pada anak-anak yang tinggal di pinggiran kota. Sehingga ia dan timnya ingin mengetahui apakah hasil tersebut akan sama untuk populasi lain.

Para peneliti mengukur konsentrasi pestisida pada urin harian 40 anak California berusia 3-6 selama 16 hari. Anak-anak diambil dari beragam populasi, yaitu yang tinggal di perkotaan, pedesaan, hingga lingkungan pertanian.

Anak-anak diminta untuk makan makanan konvensional selama empat hari pertama dan kemudian beralih ke organik selama tujuh hari, sebelum kembali ke makanan konvensional untuk lima hari terakhir.

Para ilmuwan menemukan, anak-anak yang tinggal di daerah pertanian memiliki tingkat paparan pestisida lebih tinggi ketimbang populasi lain walaupun telah diberi makanan organik.

Anak-anak dari populasi lain pun nyatanya tak bebas 100% dari paparan pestisida. Artinya, mengonsumsi produk organik bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan racun pestisida dalam tubuh anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti menyimpulkan, makan makanan organik secara rutin hanya bagian dari solusi. Sedang solusi lain yang dianggap lebih penting ialah pastikan anak-anak Anda mengonsumsi makanan bergizi, bahkan jika Anda tidak mampu untuk membeli makanan organik sepanjang waktu.

"Semua orangtua harus memastikan bahwa anak-anak mereka menjalankan diet seimbang yang mencakup buah-buahan dan sayuran serta mengurangi makanan yang diproses. Walau Anda membeli bahan makanan organik, tetap ada kebutuhan untuk mencuci bahan makanan hingga bersih," kata Quirós-Alcala.

Tak kalah penting, orangtua juga harus menjaga rumah dari paparan pestisida seperti obat serangga. "Insektisida bisa menetap dalam ruangan dalam waktu lama dan anak-anak sangat rentan untuk terpapar racunnya,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.