Kompas.com - 18/03/2016, 15:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS — Metode penanganan penyakit jantung terus berkembang. Salah satunya penggunaan stent bersalut obat yang larut dalam pembuluh darah. Dengan intervensi minimal invasif tersebut, pasien memiliki peluang kesembuhan lebih tinggi dan efek samping pun jauh berkurang.

Terkait hal itu, Kamis (17/3), pakar kardiologi intervensi asal Indonesia, Prof Dr Teguh Santoso SpPD KKV SpJP, Prof Dr Hanafi B Trisnohadi SpPD SpJP, dan Dr Linda Lison SpJP, mendapat kehormatan memperagakan kemampuan mereka secara langsung kepada para dokter ahli kardiologi dari sejumlah negara.

Intervensi kardiologi itu disiarkan langsung dan disaksikan sekitar 6.000 peserta China Interventional Therapeutics (CIT), di Beijing, Tiongkok.

Para panelis ahli dari sejumlah negara itu berinteraksi dengan tim bedah di Indonesia. Tim bedah dari Rumah Sakit Medistra, Jakarta, itu menangani dua pasien penyakit jantung koroner kompleks dengan bioresorbable scaffold (BRS). Demonstrasi penanganan dua pasien jantung itu berlangsung sekitar dua jam.

Pasien pertama adalah perempuan berusia 52 tahun yang terkena penyakit jantung akibat hipertensi. Ia dianjurkan menjalani bedah jantung, tapi tak mau karena ada risiko terkena serangan jantung.

Pasien kedua adalah pria berusia 53 tahun yang kena penyakit jantung akibat diabetes melitus, hipertensi, dan komplikasi penyakit lain serta sebelumnya ditolak bedah oleh dokter RS di luar negeri.

Teguh Santoso menjelaskan, BRS merupakan teknologi baru penanganan jantung jenis stent. Selama ini stent digunakan untuk menahan dan menghilangkan penyempitan pembuluh darah demi memperlancar pasokan darah ke jantung. Metode BRS diterapkan di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tak punya data pastinya, tapi saya pernah berjumpa dengan perusahaan pembuat BRS di Amerika Serikat. Mereka bilang, dari total penjualan, 85 persennya di Indonesia, jumlahnya mendekati ribuan," ujarnya.

Larut dalam tubuh

Perbedaan BRS dengan stent lainnya adalah kemampuan BRS untuk larut dalam tubuh. Berbeda dengan stent berbahan metal, BRS memakai bahan PLLA (poly leuctic acid) yang lambat laun bisa larut dalam tubuh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.