Kompas.com - 11/05/2016, 07:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kegemukan merupakan salah satu faktor  yang membuat seseorang rentan menderita penyakit diabetes melitus. Meski begitu, saat sudah terkena diabetes, berat badan pasien tersebut pasti akan turun drastis.

Penyakit diabetes memang sering tidak disadari oleh penderitanya. Biasanya, seseorang baru menyadari ada gangguan karena ia tampak kurus dan berat badannya turun meski tidak melakukan diet.

Menurut dr.Wismandari Wisnu, Sp.PD-KEMD FINASIM, berat badan yang turun tersebut disebabkan karena adanya gangguan insulin. Sayangnya, banyak orang justru gembira saat berat badannya turun walau tidak melakukan usaha apa pun. Padahal, kondisi tersebut seharusnya diwaspadai dengan melakukan cek gula darah.

"Saat kita makan, maka kadar gula darah akan naik. Normalnya, gula darah ini masuk ke dalam sel untuk metabolisme energi. Tapi, pada pasien diabetes melitus, gula darah tetap beredar di peredaran darah sehingga sel-selnya akan kelaparan," ujar dokter dari RS.Pondok Indah Jakarta ini.

Ia menambahkan, selama insulin cukup jumlahnya dan normal kerjanya, maka gula di dalam darah akan lancar masuk ke dalam sel-sel, sehingga kadar gula darah turun kembali ke batas normal. Mekanisme ini menjaga gula darah tidak naik terus sesudah makan melebihi nilai aman.

Sementara itu, pada pasien diabetes, karena tidak ada kalori yang bisa masuk ke dalam sel, maka berat badan sulit bertambah. "Otot-otot pun menjadi kecil dan kendur," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Dalam kondisi tersebut, pasien diabetes memerlukan obat-obatan dan pengaturan pola makan sehat.  "Berat badan yang merosot drastis juga menjadi indikasi sudah diperlukannya insulin," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Mata Lelah
Mata Lelah
PENYAKIT
Bau Badan
Bau Badan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.