Kompas.com - 15/08/2016, 13:22 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Usia lanjut merupakan faktor risiko terjadinya penyakit Alzheimer. Walau begitu, Alzheimer sejatinya bukanlah hal yang normal dalam proses penuaan.

 

Alzheimer menyebabkan fungsi kognitif menurun sehingga penderitanya kehilangan memori dan kemampuan intelekual cukup serius. Gangguan itu mengganggu aktivitas keseharian penderitanya.

"Ia jadi tak bisa melakukan aktivitas seperti mandi, buang air, pakai baju sendiri," kata dr.Andreas Harry, Sp.S (K) dari RS Gading Pluit Jakarta.

Pada usia di atas 60 tahun, risiko kena Alzheimer sebesar 3-5 persen. "Tiap lima tahun risiko itu naik dua kali lipat. Di usia di atas 80 tahun risiko itu sebesar 25 persen," lanjut dokter saraf yang baru kembali dari konferensi internasional Alzheimer's Association International di Toronto, Kanada pada 24-28 Juli 2016.

Faktor tak kalah pentingnya dari penuaan adalah diabetes. "Saking hebat pengaruh diabetes dalam menyebabkan Alzheimer, ada sejumlah ahli yang menyebut Alzheimer adalah jenis diabetes tipe 3," paparnya menceritakan jalannya konferensi di Kanada itu.

Menurutnya, diabetes menyebabkan tubuh memproduksi zat protein bernama beta amiloid. "Secara alami tubuh kita memiliki zat beta amiloid ini. Normalnya, zat ini larut di dalam tubuh. Pada kasus Alzheimer, beta amiloid ini menggumpal di otak," kata Andreas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beta Amiloid terbentuk di otak terjadi karena kekurangan insulin. Fakta bahwa Alzheimer berhubungan dengan rendahnya kadar insulin di otak merupakan alasan mengapa para ahli menyebut Alzheimer dengan julukan baru diabetes tipe 3 atau diabetes otak.

Selain itu stroke, hipertensi dan merokok sekitar 50 hingga 60 persen berisiko menyebabkan terjadinya Alzheimer. Kemudian trauma kepala hebat pun meningkatkan risiko terjadinya penyakit kehilangan memori tersebut.

Kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah. "Jika menderita diabetes, kendalikan kadar gula darah dengan obat, pola makan dan olah raga. Bagi penderita hipertensi, jaga pola makan dan jangan emosional. Penderita stroke sebaiknya mencegah agar tidak terkena serangan stroke kedua," sarannya.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.