Kompas.com - 12/09/2016, 19:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sindrom panik, seperti jantung berdebar, perut terasa mulas, dan sakit kepala, saat menghadapi ujian atau pembicaraan penting misalnya, adalah normal. Namun, adakalanya rasa panik perlu mendapat penanganan lebih.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Cosmo baru-baru ini, 38 persen wanita usia 25-35 tahun mengatakan pernah mengalami serangan panik atau panic attack.

"Berbeda dengan sindrom panik biasa, serangan panik ditandai dengan lonjakan kecemasan dan ketakutan secara tiba-tiba. Rasanya tak terkendali," kata psikolog Tamar Chansky, PhD, penulis Membebaskan Diri Dari Kecemasan.

Serangan panik bisa ditandai oleh beberapa gejala sekaligus, yaitu berkeringat, menggigil, ledakan panas dalam tubuh, palpitasi (adrenalin bergelombang), gemetar, mati rasa atau kesemutan, pusing, disorientasi, perasaan bahwa Anda sedang mengambang di atas tubuh Anda, sesak napas atau merasa seolah-olah Anda tersedak, hingga takut Anda akan mati.

Memiliki serangan panik bisa berarti Anda sedang dalam stres kronis. Serangan panik juga dapat ditandai dengan pikiran negatif yang berlebihan.

Kebanyakan serangan panik berlangsung sekitar 10 menit, menurut peneliti dari University of Pennsylvania School of Medicine. Untuk membantu meredakannya, temukan ruang yang tenang untuk duduk dan bernapas perlahan-lahan.

Mengulangi mantra ini mungkin dapat membantu: “Ini tidak berbahaya”, kata Carole Lieberman, MD, seorang psikiater di L.A. Bila merasa pusing, letakkan kepala Anda di antara kaki untuk memperlancar aliran darah ke otak.

Jika Anda sering dan terus mengalami serangan panik, berkonsultasilah ke seorang terapis untuk bersama-sama menemukan strategi dalam mengurangi panik berlebih tersebut.

Bila berlarut dan dibiarkan, serangan panik ditakutkan bisa mengganggu ketenangan hidup, bahkan mengarah pada stres kronis hingga depresi berat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.