Kompas.com - 30/10/2016, 15:48 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Warna maupun tekstur darah selama menstruasi memang tidak selalu sama, kata Dr Sara Twogood, MD, dokter kandungan bersertifikat dan asisten profesor OBGYN Klinis di Keck Medicine of USC.

Darah yang keluar dalam bentuk flek, saat hari pertama haid, atau hari menjelang haid usai, jelas akan berbeda. Berikut alasan dan apa yang perlu Anda lakukan agar tetap sehat dan nyaman.

Jika darah berwarna merah cerah

Jika darah haid berwarna merah terang, artinya darah masih akan keluar dalam jumlah banyak. Anda perlu menyiapkan pembalut ekstra untuk menggantinya 3-4 kali sehari agar vagina tetap sehat, bebas jamur dan bau, maupun infeksi bakteri.

Warna merah merupakan pertanda aliran darah baru saja dimulai dan mungkin akan menjadi lebih banyak dalam 1-2 hari ke depan.

Karena banyak darah yang keluar, tingkatkan asupan protein agar tubuh memiliki amunisi untuk mengantisipasi banyaknya darah yang keluar, sehingga Anda bisa tetap prima.

Jika darah cokelat kemerahan atau kehitaman

Darah tidak selalu harus sama persis berwarna merah. Jangan panik jika darah haid terlihat berwarna cokelat kemerahan atau cokelat gelap. Itu hanya berarti bahwa Anda telah berada di periode akhir menstruasi.

Jika darah berupa gumpalan

Gumpalan darah kecil terbilang umum pada hari-hari terberat perdarahan, ketika alirannya terlalu cepat untuk mengencerkan darah. Selama penggumpalan berukuran kecil, mereka dianggap normal, Dr. Twogood menjelaskan.

Tetapi jika gumpalan berbentuk besar dan disertai kram perut berlebihan, kunjungi dokter spesialis obgyn untuk melakukan pemeriksaan.

Ada kemungkinan kalau kondisi itu merupakan bagian dari sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan hormonal yang mempengaruhi 4-12 persen wanita.

Dalam hal ini, dokter dapat membantu Anda dalam mengelola diet dan olahraga untuk menjaga gejala PCOS tetap di bawah kontrol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.