Kompas.com - 18/12/2016, 09:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Jika Anda memulai program baru olahraga, Anda cenderung  rutin melakukan serta menikmatinya jika olahraga itu berintensitas tinggi daripada sedang. Begitu menurut riset baru yang diadakan di McMaster University, Kanada.

Peneliti merekrut 40 orang dewasa muda sehat tetapi kurang gerak. Mereka diberi tugas olahraga sepeda stasioner tiga kali seminggu selama enam setengah pekan dengan latihan interval intensitas tinggi (high-intensity interval training-HIIT). Separuh kelompok melakukan latihan intensitas sedang konsisten.

Kelompok HIIT berganti-ganti latihan interval antara sprint satu menit dan pemulihan selama 20 menit. Sedangkan kelompok intensitas sedang bersepeda terus-menerus di antara 70-75 detak jantung maksimal selama 27,5 menit.

Peneliti memonitor hal-hal seperti VO2 max (ketahanan aerobik), detak jantung dan total pengeluaran tenaga selama penelitian. Di akhir setiap pekan pelaku olahraga memberi peringkat olahraga itu dengan skala kesukaan.

Sampai program minggu ketiga, pelaku olahraga HIIT menikmati olahraga mereka lebih baik dan tingkat kesukaan terus meningkat setiap minggu.

Sementara kesukaan kelompok intensitas sedang cenderung stabil dan konsisten lebih rendah dibanding grup HIIT. Peneliti pun menemukan HIIT lebih efektif.

Kapan olahraga intensitas tinggi tak lebih baik dibandingkan olahraga intensitas sedang? Ketika olahraga itu terlalu sulit, sehingga kita tak mampu menyelesaikannya, kata penelitian itu.

Jadi apa tepatnya yang membuat olahraga berat menyenangkan dalam jangka panjang? Periset menemukan peningkatan total energi keluar memprediksi kenikmatan olahraga. Artinya, semakin kuat pelaku olahraga saat latihan, semakin mereka menikmatinya.

Ini dapat dikarenakan mereka merasa mampu melakukannya. Ini adalah kunci pendorong perasaan positif saat olahraga.

Tetapi peningkatan VO2 maks atau ketahanan aerobik tidak memprediksi kenikmatan dengan cara yang sama. Ini artinya penambahan kekuatan berarti lebih gembira di gym.

Peneliti mengatakan, itu juga bisa berarti pelaku olahraga dapat melihat dan melacak kemajuan kekuatan dari minggu ke minggu, tetapi tidak bisa melihat peningkatan VO2 max.

Mengetahui bisa menendang lebih kuat, mengangkat lebih berat atau melakukan repetisi lebih selama olahraga bisa membuat kita seperti juara. Ini pasti membuat kita bahagia setelah olaharaga.

Maka, jangan ragu mengikuti kelas yang tampaknya sulit dan menguras tenaga di gym. Jangan terus menerus jalan santai di treadmill.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.