Kompas.com - 17/01/2017, 07:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selama ini, hampir semua kanker serviks bermula dari infeksi panjang human papillomavirus (HPV). Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Oncotarget menemukan bahwa ada beberapa tumor yang mengandung DNA HPV, namun HPVnya tidak aktif.

Dengan kata lain, kanker atau tumor dipicu oleh HPV, tetapi HPV bukan penyebab langsung perkembangan kanker ini.

Dalam kasus di atas, cara gen tumor menunjukkan diri berbeda dari kasus di mana HPV menjadi aktif.

Perbedaan ini, akhirnya menyebabkan perbedaan jalur terapi, karena subtipe kanker serviks yang baru ditemukan ini tidak memiliki kerentanan yang sama seperti kanker serviks lainnya.

Menurut penelitian, kanker serviks dengan HPV-aktif menyumbang sekitar delapan persen dari kasus tumor dengan DNA virus dan lebih banyak terjadi pada wanita usia senior.

National Cancer Institute mengatakan, kanker serviks dapat memengaruhi jalur sistem reproduksi wanita. Tanda-tanda kanker serviks antara lain adalah perdarahan abnormal, kembung dan tekanan atau nyeri di daerah panggul atau punggung bawah.

Menurut U.S. Department of Health & Human Services, kanker serviks lebih mungkin untuk disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Para peneliti berharap temuan mereka dapat memberikan arah pengobatan yang lebih baik dan lebih personal.

"Saat ini, pasien kanker serviks diperlakukan sebagai kelompok yang seragam dengan kemoterapi dan radiasi standar. Namun sebenarnya, sepertiga dari pasien tidak terbantu oleh terapi standar, "kata peneliti Carolyn Banister.

"Wanita-wanita ini mungkin mendapat manfaat lebih dari pengobatan alternatif yang tidak biasanya diberikan kepada pasien kanker serviks."

Banister juga mengatakan, bahwa dokter harus menguji pasien kanker serviks untuk melihat apakah HPV di dalam tubuh pasien, aktif atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.