Kompas.com - 07/03/2017, 11:15 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Perokok wanita menghadapi risiko 25 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang merokok dan berisiko dua kali lipat terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan pria perokok.

Kesimpulan ini didapat dari hasil meta-analisis terhadap 86 studi internasional yang melibatkan 2.4 juta orang menambah bukti bahwa kesehatan perempuan yang buruk dipengaruhi oleh merokok.

Evaluasi terakhir meneliti 75 set data termasuk 67 ribu kasus penyakit jantung, termasuk di antaranya serangan jantung.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar dua persen setiap tahun, yang berarti bahwa semakin lama seorang wanita merokok, semakin tinggi risikonya terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang merokok dalam jangka waktu yang sama.

Penelitian yang diterbitkan pertama secara online oleh jurnal medis Lancet ini, dilakukan oleh Dr Rachel Huxley dari University of Minnesota dan Dr Mark Woodward dari Johns Hopkins University, Baltimore.

Peningkatan risiko pada wanita lebih besar daripada pria, mungkin karena perbedaan fisiologis di antara mereka. Berat badan dan pembuluh darah yang lebih kecil merupakan faktor kunci, kata peneliti.

Misalnya, wanita mungkin menyerap racun dalam kuantitas lebih besar dari jumlah rokok yang sama dibanding pria. Kkuantitas yang lebih besar dari karsinogen dan zat-zat beracun lainnya dari nomor yang sama dari rokok dibandingkan pria.

Kejadian ini bisa menjelaskan, mengapa wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan pria, tambah peneliti.

Amanda Sandford, manajer riset grup antirokok, Action on Smoking and Health (ASH) mengatakan "Kami tahu bahwa wanita perokok lebih berisiko terkena kanker paru-paru, tapi ini adalah pertama kalinya ada bukti bahwa wanita perokok juga lebih rentan menderita penyakit jantung dibanding pria."

Dr Tony Falconer, Presiden Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists (RCOG) mengatakan, risiko yang dimiliki wanita akibat rokok tidak hanya berhenti sampai penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Halaman:
Sumber Daily Mail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.