Kompas.com - 25/03/2017, 14:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Oleh Kristi Poerwandari


Muncul lagi cerita mengenai kekerasan seksual kepada anak dan remaja di sejumlah tempat, hingga terungkapnya jaringan paedofil yang berbisnis pornografi anak melalui Facebook. Sangat memprihatinkan dan memerlukan sanksi hukum yang tepat untuk penjeraan.

Penelitian dari tahun ke tahun mengungkap fakta yang relatif sama, yakni bahwa kasus kekerasan seksual merupakan fenomena gunung es, yang terungkap hanya sedikit dibandingkan yang sesungguhnya terjadi.

Dari survei nasional di Amerika, Finkelhor dan kawan-kawan (1990) menemukan hanya 42 persem dari orang dewasa yang mengidentifikasi diri pernah mengalami pelecehan seksual di masa kanak, mengaku menceritakan kejadian itu tidak lama setelah kejadian hingga 1 tahun setelahnya. Sisanya tidak bercerita, atau merahasiakannya dalam waktu lebih lama.

Respons orangtua
Penelitian lebih kini yang dilakukan Hershkowitz dan kawan-kawan (2007) menemukan bahwa lebih dari separuh anak (53 persen) tidak langsung bercerita, dan karena berbagai alasan merahasiakan peristiwa yang dialaminya hingga waktu lama. Separuh dari anak-anak tersebut merasa takut atau malu oleh respons orangtua dalam menanggapi cerita mereka.

Gonzales dkk (1993) melaporkan bahwa anak yang dikirim untuk menjalani terapi sering ragu untuk bercerita. Mereka menyinggung sedikit, dan menunggu bagaimana reaksi orang-orang dewasa terhadap cerita itu sebelum berani mengungkap lebih banyak.

Anak khawatir tidak dipercaya, atau justru ditolak, dipersalahkan dan dimarahi untuk cerita yang disampaikannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan orangtua menyusul cerita mengenai kejadian buruk yang dialami anak, khususnya kekerasan seksual, merupakan faktor kuat yang dapat menangkal efek-efek negatif dari kekerasan yang dialami. Sekaligus akan membantu anak dapat menjalani adaptasi dan pemulihan psikologi secara baik.

Sayangnya, cukup banyak orangtua belum mampu melakukannya. Roesler dan Wind (1994) melakukan penelitian pada perempuan dewasa yang mengidentifikasi diri pernah mengalami kekerasan seksual di masa kanak oleh anggota keluarga. Penelitiannya menemukan, sering orangtua tidak bersifat suportif. Responden yang mengingat bahwa respons orangtuanya menguatkan dan memberi dukungan hanya 37 persen, sisanya merasa tidak memperoleh penguatan.

Pengalaman saya sendiri dalam pendampingan menunjukkan betapa respons orangtua sangat memengaruhi perkembangan kasus selanjutnya. Sampai sekarang saya masih ingat beberapa kasus anak perempuan yang bertahun-tahun lalu pernah saya dampingi.

Yang pertama berusia 9-10 tahun, mengalami kekerasan seksual dari kenalan ayahnya. Sang ayah yang mendengar ceritanya langsung marah dan memukulinya, lalu menarik anak ini ke rumah pelaku, dan memukuli pelaku di depan anak. Situasi makin runyam karena pelaku tidak terima dengan perlakuan ayahnya, lalu mengajak teman-temannya menyerang perumahan tempat keluarga korban tinggal.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.