Kompas.com - 14/12/2019, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Sehabis berolahraga, duduk bersantai di sebuah ruangan sauna berbahan kayu nan hangat terasa nyaman.

Beberapa orang percaya, sauna yang sudah ada sejak ribuan tahun ini berkhasiat menurunkan berat badan karena bisa membuat berkeringat.

Ternyata, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan dengan gamblang duduk di sauna bisa mengurangi berat badan.

"Sudah pasti duduk di sauna bikin kurus itu mitos. Yang luruh cuma keringat sesaat," jelas Mike Sevilla, MD, melansir Menshealth (27/11/2019).

Lebih lanjut Sevilla menjelaskan, semua keringat yang bercucuran setelah sesi bersantai di ruang sauna akan kembali setelah kita kembali mendapat asupan cairan.

Baca juga: Sauna Punya Manfaat Kesehatan Sama Seperti Olahraga

Bahaya dehidrasi

Sementara, dokter jantung yang berbasis di San Francisco, California, Rita Redberg, M.D., menyatakan pentingnya menjaga kelembapan tubuh setelah sauna.

Redberg mewanti-wanti agar pengguna sauna melembabkan diri dengan cara benar.

Setelah menggunakan sauna, tubuh kita berpotensi mengalami dehidrasi. Terutama, jika durasi duduk di sauna terlalu lama atau suhunya kelewat hangat.

Ia menyebutkan beberapa gejala dehidrasi parah di antaranya mulut jadi kering, haus berlebihan, pusing, sampai sakit kepala ringan.

Jika mulai muncul gejala tersebut, segera keluar dari ruang sauna dan rehidrasi atau beri asupan cairan yang cukup.

Melansir Healthline, penggunaan sauna yang berdampak pada gangguan berkemih juga perlu didiskusikan dengan tenaga kesehatan.

Beberapa pakar kesehatan menyarankan, durasi ideal mengunakan sauna setiap sesi tak lebih dari 20 menit.

Penggunaan sauna bagi orang dengan riwayat penyakit jantung, diabetes, dan ginjal juga perlu dikonsultasikan dengan dokter terkait.

Dikaitkan dengan panjang umur

Sementara itu, riset sauna di jurnal JAMA Internal Medicine, menyebut pria setengah baya yang sering mengunjungi sauna di Finlandia punya harapan hidup lebih lama.

Redberg menjelaskan, hasil riset tersebut butuh pengujian lebih lanjut.

Ia berpendapat korelasi antara sauna dan umur panjang pengunjung sauna di Finlandia terkait beberapa faktor.

Beberapa di antaranya efek fisiologis dari sauna itu sendiri, jamaknya aktivitas bersantai di waktu luang, serta kegiatan bersosialisasi di sauna.

Baca juga: Temuan Baru Jelaskan Alasan Sauna Baik untuk Jantung

Menurut dia, sauna di Finlandia juga berbeda dengan kebanyakan tempat lain di seluruh dunia.

Di sauna biasa, suhunya berkisar 65 derajat Celcius. Sedangkan di Finlandia, suhu saunanya jauh lebih panas beberapa derajat.

Semakin tinggi suhu ruangan sauna, jantung berpotensi berdetak lebih cepat. Rasanya mirip olahraga.

Namun peningkatan detak jantung ini tidak berdampak signifikan pada pembakaran kalori.

Sauna kemungkinan memang sedikit membakar kalori. Namun ini bukanlah alat efektif untuk bikin kurus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.