Kompas.com - 29/09/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

KOMPAS.com - Penyakit jantung adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling ditakuti. Itu karena penyakit jantung dapat menyebabkan kematian.

Meski begitu, sebenarnya, penyakit jantung dapat dihindari dan dicegah.

Ada berbagai cara yang dapat menjadi pencegah penyakit jantung dan stroke. Semuanya merupakan bagian dari gaya hidup sehat.

Baca juga: 6 Jenis Penyakit Jantung dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa cara pencegahan penyakit jantung yang bisa Anda lakukan.

1. Tidak merokok

Merokok sejak lama diketahui punya banyak efek bagi kesehatan Anda. Tidak merokok atau berhenti merokok merupakan hal terbaik yang Anda lakukan bagi kesehatan jantung.

Melansir dari Mayo Clinic, bahan kimia dalam tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah.

Meski tidak merokok, Anda juga perlu menghindari paparan asap rokok dari olang lain.

Paparan asap rokok mengurangi oksigen dalam darah. Ini dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memasok oksigen agar cukup diedarkan ke tubuh dan otak.

2. Gaya hidup aktif

Salah satu pemicu penyakit jantung adalah gaya hidup menetap atau tidak aktif. Apalagi, saat ini banyak pekerjaan yang lebih banyak dikerjakan dengan duduk.

Itu membuat gaya hidup kurang aktif dilakukan tanpa disadari.

Bagi Anda yang banyak melakukan pekerjaan dengan duduk, ada baiknya untuk melakukan olahraga ringan di sela pekerjaan selama beberapa menit.

Olahraga ringan juga dapat menjadi peregangan yang membuat Anda kembali fokus.

Namun, Anda juga perlu memperhatikan durasi aktivitas fisik yang dilakukan.

Baca juga: 10 Gejala Awal Penyakit Jantung pada Wanita yang Tak Boleh Diabaikan

Melansir dari heart.org, orang dewasa perlu mendapatkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu.

Sedangkan menurut CDC, anak-anak dan remaja semaiknya mendapatkan aktivitas fisik selama 1 jam setiap hari.

Aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat dan menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

3. Konsumsi makanan sehat

Makanan dapat menjadi sumber nutrisi sekaligus sumber penyakit.

Jika kita mengonsumsi makanan sehat, tentu tubuh menjadi lebih bugar. Sebaliknya, jika konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dapat membebani kinerja jantung.

Anda bisa membuat menu makan sehat dengan membatasi produk olahan, minuman manis, natrium tinggi, lemak jenuh, dan lemak trans.

Dikutip dari CDC, makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat menyebabkan penyakit jantung.

Sedangkan membatasi natrium atau garam dapat membantu menurunkan tekanan darah. Ini nantinya dapat berimbas pada kesehatan jantung.

Untuk pilihan bahan makanan, Anda bisa memilih makanan berserat tinggi seperti sayur, buah, biji-bijian, polong-polongan, kacang-kacangan, ikan, protein nabati, dan protein hewani tanpa lemak.

Baca juga: 4 Gejala Awal Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai

4. Menjaga berat badan sehat

Gaya hidup aktif dan pilihan makanan sehat dapat membantu Anda menjaga berat badan dalam angka yang sehat.

Ini akan menurunkan risiko penyakit jantung. Pasalnya, kelebihan berat badan, terutama lemak di sekitar perut, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berat badan berlebih dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda kelebihan berat badan adalah dengan mengukur lingkar pinggang.

Jangan sampai ukuran pinggang Anda lebih dari 101,6 cm untuk pria dan 88,9 cm untuk wanita.

5. Kualitas tidur baik

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Melewatkan kebutuhan yang satu ini dapat berefek besar bagi kesehatan tubuh.

Kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam.

Kurang dari angka tersebut membuat Anda lebih berisiko mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan depresi.

Tidak hanya kuantitas, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Cara mengetahui apakah tidur Anda berkualitas adalah kondisi badan setelah bangun.

Baca juga: Memahami Faktor Risiko dan Cara Mencegah Penyakit Jantung

Jika masih merasa lelah padahal cukup tidur, mungkin kualitas tidur Anda kurang baik.

6. Kelola stres

Sama seperti merokok, stres juga mempengaruhi banyak kesehatan tubuh.

Ini karena biasanya orang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat seperti konsumsi makanan tidak sehat, makan berlebihan, minum alkohol, atau merokok.

Anda perlu menemukan cara lain mengatasi stres. Mengelola stres dengan tidak membiarkannya terlalu menumpuk dapat dilakukan.

Mempelajari praktik pernapasan, meditasi, atau yoga dapat menjadi pilihan jika Anda merasa stres.

7. Pemeriksaan kesehatan secara teratur

Penyakit jantung dapat menjadi pembunuh senyap. Untuk itu, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.

Ini membuat jika menemukan permasalahan pada tubuh yang dapat berkembang menjadi penyakit jantung bisa segera ditangani.

Beberapa pemeriksaan rutin yang perlu Anda lakukan seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah.


Sumber CDC,Heart.org
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X