Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Agar Otak Tetap Berbobot

Lusia Kus Anna | Kamis, 29 Juli 2010 | 15:46 WIB
|
Share:
shutterstock

Kompas.com - Seiring usia, kemampuan daya ingat bisa menurun. Tunda dengan langkah sederhana berikut:

Tidur cukup Kita perlu tidur sebanyak 7-8 jam sehari untuk menjaga kesehatan otak. Saat kita cukup beristirahat, otak mengumpulkan berbagai informasi yang masuk dan menyusunnya dengan benar. Sebaliknya, kurang tidur bisa mengganggu performa dan suasana hati.

Rekomendasi: lakukan meditasi Meditasi dapat menghasilkan gelombang gama di otak. Gelombang ini diasosiasikan dengan perhatian, daya ingat, dan kemampuan belajar. Peneliti dari Emory University menemukan bahwa mereka yang rajin bermeditasi cenderung terhindar dari risiko kepikunan dan kerusakan otak.

Makan sebuah apel setiap hari Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar asetilkolina di otak. Selaini tu, apel juga mengandung kuersetin, atau sejenis flavonoid yang berfungsi melindungi sel otak dari radikal bebas.

Rekomendasi: asup makanan mengandung omega-3 Omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, dan tongkol. Asam lemak ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar sel saraf. Penelitian terbaru menyebutkan omega-3 dapat melindungi sel otak dari risiko Alzheimer.

Rajin berolahraga Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga otak. Ketika berolahraga, otak menghasilkan BDNF (brain-derived neurotrophic factor), sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung informasi lebih banyak. Untuk meningkatkan kadar BDNF, latukan latihan aerobik secara rutin. Penelitian lain menyatakan berjalan kaki memberi manfaat yang sama.

Rekomendasi: tambah latihan dengan angkat beban Penelitian terbaru menemukan bahwa olahraga yang ditujukan untuk pembentukan otot, seperti yoga dan angkat beban, dapat meningkatkan kadar senyawa kimia yang mempengaruhi pertumbuhan neuron.


Sumber :
Prevention Indonesia

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui