Kamis, 30 Juli 2015

Health

Obat Penumbuh Rambut Sebabkan Impotensi?

Rabu, 22 Desember 2010 | 09:22 WIB

KOMPAS.com — Sebagian orang berpendapat bahwa botak itu seksi. Namun, lebih banyak orang yang tak pede jika rambutnya sering rontok dan mulai botak. Karena itu, obat penumbuh rambut termasuk produk perawatan tubuh yang banyak dicari.

Salah satu obat penumbuh rambut yang cukup laris di Inggris, Fiansteride, disebut-sebut memiliki efek samping bagi kesehatan seksual pria.

James (26) dari Edinburgh, salah seorang pengguna Fiansteride, mengaku mulai merasakan efek samping obat ini. "Obat ini sebenarnya cukup efektif untuk mengatasi rambut rontok. Namun, saya mulai merasakan kehilangan gairah seksual," katanya.

Ia kemudian menghentikan pemakaian obat tersebut. "Saya berhenti minum obat ini karena saya kesulitan ereksi dan mulai impotensi," katanya.

Perusahaan pembuat obat ini, Merck, mengatakan bahwa efek samping kesulitan ereksi memang bisa terjadi. Namun, jumlahnya kecil, kurang dari 2 persen.

Setelah tiga bulan mengalami impotensi, James mendatangi dokter dan mendapatkan terapi testosteron. Sayangnya, terapi itu tidak berhasil. "Enam bulan kemudian saya ditawari implan pada penis karena cara lain tidak mendatangkan hasil," keluhnya.

Kasus yang dialami James, menurut tim dokter di Amerika dan Irlandia, cukup banyak terjadi. Mereka juga menyayangkan produsen obat karena tidak mencantumkan efek samping itu dalam labelnya.

Merck selaku produsen obat mengatakan bahwa kasus yang terjadi pada James sangat jarang. Mereka juga mengklaim terus melakukan pengawasan dan meningkatkan keamanan produknya.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: