Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Waspadai Kelelahan Saat Lebaran

Kompas.com - 29/08/2011, 14:14 WIB

Kompas.com - Kemacetan yang harus ditempuh untuk sampai di kota tujuan merupakan bagian dari ritual mudik yang sulit untuk dihindarkan. Jika stamina tubuh tidak prima, maka kelelahan karena perjalanan mudik bisa membawa dampak bagi kesehatan kita.

Perjalanan yang melelahkan ditambah kurangnya beristirahat karena harus mengunjungi sanak saudara, serta pola makan yang tidak teratur membuat daya tahan tubuh turun sehingga seseorang lebih rentan jatuh sakit.

"Biasanya keadaan kelelahan ini dapat diatasi dengan cukup tidur. Masalahnya setelah sampai di kampung mereka cenderung tidak beristirahat karena keinginan untuk bersilahturahmi dengan keluarga dan kerabat di kampung. Sehingga keadaan kelelahan ini akan semakin bertambah parah," kata dr.Ari F.Syam, Sp.PD, dari RS.MH.Thamrin Jakarta.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

Kelelahan bukan hanya dialami oleh orang yang mudik tapi juga mereka yang tinggal di rumah tetapi ditinggal pembantu rumah tangganya. Apalagi saat Lebaran biasanya cukup banyak tamu yang berkunjung untuk bersilaturahmi.

Untuk menjaga stamina, pastikan Anda beristirahat dengan cukup. Jangan lupa mengonsumsi sayur dan buah-buahan agar tubuh mendapatkan asupan vitamin. Bila ada waktu, usahakan untuk berolahraga ringan agar tubuh tetap bugar, atau siasati dengan banyak berjalan untuk mengunjungi kerabat yang masih satu kampung.

Penyakit kumat

Selain kelelahan, pasca Lebaran biasanya beberapa penyakit kronik akan kambuh akibat gula darah atau kolesterol naik. Hal ini tidak lepas dari pola makan yang tidak terkontrol. Seperti diketahui menu makanan yang disajikan untuk Lebaran biasanya tidak lepas dari goreng-gorengan dan santan, padahal keduanya merupakan sumber lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol.

Baca juga: Ungkap Kronologi Kasus Nastar Berjamur, Pemilik Clairmont: Kami Dapat Penawaran

Kebiasaan mengonsumsi makanan enak tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak bulan puasa. Apalagi kecenderungannya adalah menyantap hidangan lezat secara berlebihan atau seperti ingin balas dendam.

Menurut Ari, pasca Lebaran, banyak penyakit kronis yang mengalami kekambuhan akibat hipertensi yang tidak terkontrol bahkan sampai stroke atau serangan jantung. "Sakit maag yang sudah sembuh akan kembali kambuh karena makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang berlemak, coklat dan keju berlebihan," katanya.

Mereka yang saat puasa sudah mengalami penurunan berat badan juga cenderung naik kembali berat badannya sehabis Lebaran.

Baca juga: Warganet Keluhkan Tagihan Listrik Melonjak Usai Program Diskon 50 Persen Berakhir, Ini Kata PLN

Sebelum semuanya terjadi, ada baiknya kita mulai membenahi pola makan saat Lebaran. Misalnya, jika sudah mengonsumsi sepiring opor ayam, jangan mengambil panganan yang digoreng. Atau, membatasi diri hanya mengonsumsi dua jenis makanan yang digoreng selebihnya adalah sayuran yang ditumis atau rebus.

Untuk mengurangi keinginan ngemil, konsumsi buah-buahan segar agar perut kenyang lebih lama. Upayakan pula untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis. Sebagai gantinya pilih air putih atau jus buah.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi Akun
    Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
    199920002001200220032004200520062007200820092010
    Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
    Verifikasi Akun Berhasil
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau