Selasa, 23 September 2014 11:17

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Andreas Prasadja, RPSGT *


Praktisi kesehatan tidur, konsultan utama Sleep Disorder Clinic - RS. Mitra Kemayoran, pendiri @IDTidurSehat , penulis buku Ayo Bangun! anggota American Academy of Sleep Medicine

Kantuk Yang Membunuh

Penulis : Dr. Andreas Prasadja, RPSGT * | Jumat, 16 Maret 2012 | 11:02 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com - Menyambut Hari Kesehatan Tidur Dunia yang jatuh pada tanggal 16 Maret, baik jika kita melihat salah satu akibat gangguan tidur yang bisa berakibat fatal yakni kantuk.

Zat-zat stimulan sebaiknya dikonsumsi dengan bijak. Bukan karena tuntutan untuk membuka mata.

Data dari kepolisian RI selama Operasi Ketupat 2011 memberikan data yang 'biasa' tapi memprihatinkan. Sepanjang masa mudik tercatat 449 kasus kecelakaan akibat kendaraan yang tak layak, sementara 387 kecelakaan disebabkan oleh jalan yang tak layak. Sementara kecelakaan yang disebabkan oleh kantuk mencapai 1.018 kasus!

Anda ingat bencana Exxon Valdez? Di tahun 1989 sebuah kapal tanker menabrak karang dan menumbuhkan 260.000-750.000 barel minyak mentah ke laut. Media massa saat itu menyalahkan kebiasaan minum alkohol nahkoda kapal. Tetapi sebenarnya penyebab kecelakaan adalah kelelahan awak kapal dan kantuk yang dialami juru mudi hingga gagal merespons ancaman bahaya.
 
Dari sisi keselamatan berkendara dan keselamatan kerja, jelas kantuk amat membahayakan. Tapi bagaimana dengan kehidupan sehari-hari ?
 
Berikut ini adalah tanda-tanda Anda mengalami kantuk:
  • Hanya bisa bangun pagi dengan alarm.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah dan tersinggung.
  • Minum bercangkir-cangkir kopi untuk bisa bekerja.
  • Melakukan kesalahan-kensalahan konyol
  • Lupa meletakkan barang-barang, dll.

Kantuk dapat membunuh karier dan kehidupan percintaan

Bayangkan, jika prestasi terus merosot akibat kesalahan berulang kali yang Anda buat. Belum lagi kehilangan konsentrasi di tengah rapat, atau ide-ide basi yang disebabkan oleh kreativitas yang tersumbat. Dalam hidup percintaan. Emosi yang meledak-ledak, sering terlewat janji kencan karena bablas tidur, atau bahkan libido yang redup. Atau dalam kabut kantuk, salah mengirim pesan mesra untuk selingkuhan, ke pasangan. Jadi, bayangkan akibatnya pada kehidupan percintaan.

Bagaimana menyikapi kantuk?

Langkah pertolongan pertama tentu mengambil stimulan berupa kafein atau minuman penambah energi. Tetapi berapa dari Anda yang benar-benar berpikir untuk memperbaiki kualitas tidur? Zat-zat stimulan sebaiknya dikonsumsi dengan bijak. Bukan karena tuntutan untuk membuka mata.

Hati-hati, stimulan hanya menunda kantuk. Ia tak mengembalikan kemampuan otak untuk berkonsentrasi, teliti menganalisa atau kreatif berkarya. Tidak! Ia hanya menunda kantuk! Jadi, seseorang yang begadang belajar, berkarya, mengejar deadline...percuma. Anda terjaga penuh, tapi tetap lelah! Jika sedang mengendara, Anda bermain-main dengan bahaya karena kemampuan berkendara, kewaspadaan, refleks menghindar sudah jauh berkurang.

Tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur. Kalau Anda mengantuk artinya Anda butuh tidur. Ketika seorang rekan kerja berkata "butuh kopi" sebenarnya ia butuh tidur. Jam biologis kuncinya. Jadwalkan aktivitas dan istirahat agar seimbang. Di saat jam bilogis mendorong aktif, ini saat ideal untuk mengerjakan pekerjaan sulit penuh tekanan. Di jam tertentu, isi hanya dengan memeriksa dokumen- dokumen tak penting. Tapi dalam keadaan darurat apa yang bisa dilakukan? Tidur sejenak di siang hari 15-20 menit, bangun segar baru konsumsi stimulan, hasilnya akan jauh lebih baik.

Gangguan tidur

Jika mengantuk, artinya Anda masih butuh tidur. Orang yang mengantuk bukan berarti malas lho.. Karena tak ada istilah kebanyakan tidur. Jika sudah cukup tidur seseorang tak akan lagi bisa tidur. Yang ada adalah kantuk berlebihan atau hipersomnia. Kantuk berlebihan, adalah masih mengantuk walau sudah cukup tidur. Bayangkan jika Anda hanya tidur 2 jam semalam, bagaimana rasanya?

Penderita hipersomnia mengalami ini setiap hari, sepanjang tahun. Ada beberapa gangguan tidur dengan gejala hipersomnia. Narkolepsi, periodic limb movements in sleep dan sleep apnea. Yang terakhir yang paling sering ditemui namun paling sering diabaikan. Mendengkur dan mengantuk terus menerus, adalah gejala utamanya. Saluran nafas yang sempit akan menyumbat saat tidur.

Karena sesak penderita akan terbangun singkat tanpa terjaga, micro arousals. Episode ini akan berulang sepanjang malam. Akibatnya, proses tidur terpotong-potong dan kualitas tidur pun buruk. Penderitanya akan bangun tak segar, dan terus mengantuk sepanjang hari. Anda pasti mengenali karakter-karakter seperti ini: kantung mata tebal, wajah lesu, lamban, sulit mengambil keputusan, dan pendengkur. Ini sebabnya di Eropa, pendengkur dilarang untuk mengendara.

Mendengkur yang sudah dianggap biasa di hampir semua kebudayaan ini, terang membunuh. Henti nafas, walau terjadi periodik saat tidur akan memicu reaksi berantai yang mengakibatkan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit-penyakit jantung, stroke hingga kematian. Kantuk berlebihan dan mendengkur jelas membunuh.

Ya, selama karier saya menganalisa tidur pasien, saya bersyukur tak ada yang mengalami gangguan fatal di laboratorium tidur. Tapi belum lama ini, di Atlanta seorang pemuda berusia 25 tahun, mengalami serangan jantung dan meninggal dunia di laboratorium tidur.

Dalam menangani berbagai gangguan tidur. Kami menggunakan alat bernama polisomnografi di laboratorium tidur. Di sini pasien akan menginap semalam sambil dipasangkan berbagai sensor. Mulai dari sensor-sensor perekaman gelombang otak, gerak bola mata, sensor-sensor nafas, jantung, posisi tidur hingga gerakan kaki. Dari analisa tidur pasien, baru dapat ditentukan berbagai perawatan yang sesuai.

Triumvirate of Health

Konsep kesehatan modern kini bernama the triumvirate of health. Untuk mencapai kesehatan yang paripurna, seseorang membutuhkan 3 komponen utama, yaitu keseimbangan gizi, olah raga teratur dan tidur yang sehat.

Tanda tidur yang tidak sehat adalah kantuk. Kantuk, selain bisa membunuh, juga merupakan tanda kualitas hidup yang buruk. Untuk itu, perbaikilah kualitas hidup Anda dengan memperbaiki kesehatan tidur.  Niscaya kualitas Indonesia pun akan lebih baik.

Kesehatan Tidur untuk Indonesia yang Lebih Baik.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui