Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Nyeri Tulang Belakang

Kompas.com - 29/02/2016, 14:09 WIB
Dian Maharani

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa kita sadari, nyeri tulang belakang bisa disebabkan oleh aktivitas sehari-hari.

Dokter spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Luthfi Gatam beberapa waku lalu mengungkapkan, masalah tulang belakang sangat kompleks, mulai dari yang ringan sampai berat. Misalnya, kebiasaan duduk yang salah saat bekerja.

Posisi duduk yang tidak tegak dapat menimbulkan masalah tulang belakang. Lama-kelamaan bisa merusak bantalan sendi hingga terjadi saraf terjepit. Posisi duduk dengan menatap layar komputer terlalu rendah juga bisa menyebabkan nyeri tulang belakang di leher. Untuk menatap layar komputer atau laptop, sebaiknya sejajar dengan mata.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

"Duduk lama enggak disadari. Kalau kelamaan menunduk, bantalan sendi lebih mudah cedera," kata Luthfi.

Nyeri tulang belakang juga kerap ditemui pada orang yang sering bermain gadget dengan posisi telungkup. Tak terkecuali mereka yang sering naik motor, khususnya motor sport.

"Kalau naik motor posisi duduknya terlalu condong ke depan, berisiko nyeri tulang belakang. Yang bagus itu duduknya tegak," lanjut Luthfi.

Baca juga: Kenakan Pakaian Serba Hitam, Istri Kedua Ray Sahetapy Melayat ke Rumah Duka

Contoh lain yang bisa menyebabkan nyeri tulang belakang, yaitu kebiasaan salah saat mengangkat atau mengambil barang atau benda yang lebih rendah posisinya. Untuk mengambil benda di bawah atau sejajar kaki, sebaiknya dimulai dengan posisi jongkok terlebih dahulu, baru kemudian mengangkat barang tersebut.

Luthfi mengingatkan, tak semua masalah tulang belakang harus dioperasi. Kini sudah ada beberapa metode pengobatan tulang bslakang yang tak perlu operasi.

"Kalau yang ringan cukup istirahat saja. Kalau berat, periksa ke dokter. Hentikan kebiasaan posisi duduk yang tidak baik," kata Luthfi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau