Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Makin Gemuk karena Tambahan Gula dan Krim pada Kopi

Kompas.com - 04/03/2017, 14:00 WIB
Kontributor Health, Dhorothea

Penulis

KOMPAS.com - Sebagian besar dari kita baru bisa "melek" ketika sudah minum secangkir kopi panas. Sayangnya, kopi itu jadi tidak sehat karena banyak tambahan kalori, seperti kata analisis yang diterbitkan di jurnal Public Health.

Dua pertiga peminum kopi menambahkan susu, krim, gula atau tambahan berkalori dalam minuman mereka. Begitu menurut peneliti dari University of Illinois dan University of California. Bukan hanya kopi saja, peminum teh pun diperkirakan melakukan hal yang sama.

Untuk mengukur konsumsi minuman dengan tambahan kalori yang  berhubungan dengan asupan keseluruhan energi, gula dan lemak orang dewasa di Amerika Serikat, periset meneliti data survei selama 10 tahun. Lebih dari 19.000 orang dianalisa. Sekitar 51 persen minum kopi setiap hari dan 26 persen minum teh.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Lebih dari 67 persen peminum kopi meneguk minuman itu dengan paling tidak satu tambahan berkalori. Begitu juga 33 persen peminum teh. Tambahan itu setara dengan tambahan 69 kalori sehari bagi peminum kopi, sekitar 60 persen berasal dari gula dan sisanya dari lemak. Peminum teh menambahkan rata-rata 43 kalori dalam sehari dengan tambahan berasal dari gula.

Tentu saja jumlah total kalori tidak banyak jika konsumsinya jarang. Tetapi, peneliti menekankan minuman itu diasup setiap hari dan masyarakat tidak memandang asupan ini sebagai bagian dari pola makan keseluruhan.

"Penemuan kami mengindikasikan banyak peminum teh dan kopi secara teratur menambahkan kalori untuk meningkatkan rasa minuman tetapi tanpa menyadari penuh atau mempertimbangkan dampak kalori dan gizinya," kata pemimpin penelitian Ruopeng An, profesor kinesiologi dan kesehatan masyarakat dari University of Illinois dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Artinya, kelebihan lemak dan gula itu penting untuk dimonitor sebagai upaya mengatasi dampak merugikan bagi kesehatan seperti kenaikan berat badan.

Kurang dari 100 kalori mungkin tidak banyak secara teori. Tetapi, peneliti memperingatkan jumlah itu bertambah dari waktu ke waktu seringkali tanpa kita pikirkan. Tambahan 69 kalori dalam kopi setiap hari menambah lebih dari 25.000 kalori per tahun. Bila lari 1,6 km membakar sekitar 100 kalori, itu artinya kita harus lari 400 kilometer untuk membakarnya.

Hal ini tak berarti kita harus berhenti minum teh atau kopi. Cara terbaik untuk menghindari tambahan kalori ini adalah berhenti menambahkan gula, krim, susu ke dalam segala jenis minuman. Pilihlah jenis yang lebih sehat, seperti susu rendah lemak.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau