Salin Artikel

Apa itu Self Love?

Sebagian dari Anda mungkin sudah mengetahui self love artinya mencintai diri sendiri. Namun, bisa jadi Anda belum memahami sepenuhnya arti self love.

Berikut ini penjelasan mengenai makna, manfaat atau arti pentingnya, serta tips atau cara melatih self love.

Apa itu self love?

Melansir Psychology Today, mencintai diri sendiri bukan sebatas mengenakan pakaian terbaik, merawat diri, atau lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain.

Lebih dari itu, self love adalah mencintai diri sendiri dengan melibatkan aspek menyadari diri sendiri, menghargai diri sendiri, percaya diri, dan peduli pada diri sendiri.

Jika ada salah satu aspek yang belum terlaksana, maka self love belum sepenuhnya utuh.

Untuk itu, self love adalah perjalanan atau bentuk proses untuk menggenapi beberapa aspek yang sudah dijelaskan di atas.

Mengapa self love penting?

Belakangan banyak orang yang kian sulit legawa mencintai atau menghargai diri sendiri setelah melihat pencapaian orang lain.

Melansir Medical News Today, peduli dan sayang pada diri sendiri paling dibutuhkan orang yang getol bekerja keras, terus-terusan menantang diri sendiri, dan terobsesi pada kesempurnaan.

"Tekanan" pada diri sendiri tersebut lahir dari keinginan untuk terus unggul daripada yang lain dan ingin segala sesuatunya sempurna sepanjang waktu.

Menurut penelitian, sikap tersebut dapat mendorong seseorang mengalami gangguan kesehatan mental dan fisik.

Untuk itu, diperlukan welas asih dan legawa pada diri sendiri sebagai kontrol, agar seseorang tidak terus-menerus "menuntut" diri sendiri terlalu keras.

Dengan self love, seseorang mampu berpikir lebih jernih saat menghadapi atau mencari solusi suatu masalah.

Cara mengasah self love

Setelah memahami konsep self love, Anda mungkin punya pemikiran mencintai diri sendiri tidak semudah membalik telapak tangan.

Akan tetapi, jika Anda mengerti caranya, self love yang bisa diaplikasikan dalam keseharian dan tidak rumit. Berikut tipsnya:

1. Berkesadaran

Banyaknya pengalih perhatian membuat orang lebih susah menyadari apa yang sedang Anda pikirkan, rasakan, dan inginkan saat ini.

Dengan berkesadaran memperhatikan diri sendiri, Anda jadi lebih mengenal dan tahu, apa yang terbaik bagi diri sendiri.

2. Kebutuhan bukan keinginan

Mencintai diri sendiri berarti mampu mengendalikan ego untuk menuruti apa yang diinginkan ketimbang dibutuhkan.

Fokus berikan segala sesuatu yang terbaik bagi diri sendiri sesuai apa yang dibutuhkan, bukan sekadar yang diinginkan.

3. Rawat diri dengan baik

Merawat diri bukan sebatas bersolek. Akan tetapi, berikan kebutuhan dasar yang sehat dan berkualitas untuk diri sendiri.

Berikan asupan bergizi seimbang dan kaya nutrisi, olahraga teratur, tidur yang nyenyak, dan rawat relasi sosial.

4. Tegas pada batasan

Anda akan lebih mencintai diri sendiri ketika saat tegas menetapkan batasan atau berani mengatakan tidak.

Hal itu berlaku untuk pekerjaan, cinta, atau kegiatan lain yang mengusik atau membahayakan fisik dan mental Anda.

5. Lindungi diri sendiri

Lindungi diri sendiri dari lingkungan atau orang yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

Jangan berikan ruang untuk orang yang ingin menghilangkan keceriaan di wajah Anda.

6. Maafkan diri sendiri

Terkadang kita terlalu keras pada diri sendiri. Hal itu bisa jadi bentuk menghukum diri sendiri.

Anda perlu menerima, manusia terkadang mengalami gagal atau keliru dalam hidupnya. Maafkan diri sendiri. Anda justru bisa belajar dan tumbuh dari kesalahan.

7. Punya tujuan hidup

Anda bisa lebih menerima dan mencintai diri sendiri saat punya tujuan hidup.

Tujuan tersebut bukanlah pencapaian yang muluk-muluk. Melainkan bisa berupa niat menjalani hidup yang lebih bermakna dan sehat.

Dengan membuat tujuan hidup lebih realistis, Anda juga bisa nyaman menjalani hidup dan ada keinginan menyelesaikannya.

https://health.kompas.com/read/2020/03/08/193400268/apa-itu-self-love-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.