Salin Artikel

5 Cara Membantu Orang Lain yang Berisiko Terjangkit Covid-19

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hingga pertengahan April 2020 ini, empat dari lima orang yang terjangkit Covid-19 akan mengalami gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk kering.

Sementara, sekitar 95 persen orang yang terjangkit infeksi virus corona penyebab Covid-19 telah sembuh atau berangsur-angsur sembuh.

Meski demikian, WHO dalam laman resminya menegaskan, Covid-19 tetap harus diwaspadai oleh siapa saja karena dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan gejala parah bagi sebagian masyarakat.

Covid-19 terutama menyebar dari orang ke orang melalui dua cara, yakni:

  • Percikan yang keluar saat orang sakit bersin atau batuk bisa jatuh ke mulut atau hidung orang-orang lain di dekatnya
  • Kontak dekat dengan orang sakit, misalnya dengan berpelukan atau bersalaman

Namun, virusnya juga bisa menyebar melalui permukaan benda mati, seperti tisu, pegangan pintu, perangat digital, laptop, hingga tombil lift.

Jadi, jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh wajah atau orang lain, maka bisa juga terinfeksi Covid-19.

Untuk itu, penting bagi siapa saja untuk terus memperhatikan kebersihan diri untuk mencegah infeksi penyakit tersebut.

Cara melindungi orang lain yang rentan terjangkit Covid-19

Di tengan pandemi Covid-19 sekarang ini, WHO juga menyuarakan ajakan bagi setiap orang untuk bersama-sama melindungi mereka yang tergolong rentan tertular virus corona baru, seperti:

  • Tenaga kesehatan
  • Orang berusia di atas 60 tahun
  • Mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, diabetes, kekebalan tubuh lemah, kanker, dan tekanan darah tinggi

WHO memberi panduan mengenai cara yang bisa dilakukan seseorang untuk membantu melindungi teman dan keluarga atau orang lain yang berisiko tinggi terjangkit Covid-19 yang parah.

Berikut yang mesti dilakukan:

  1. Jaga kebersihan tangan dan pernapasan
  2. Jika mengalami gejala, seperti demam atau batuk, hindari kontak erat dengan mereka yang lebih berisiko terjangkit Covid-19 yang parah
  3. Tetap saling mendungkung dan berkomunikasi via telepon atau pesan
  4. Lindungi meraka yang berisiko tinggi dengan cara membantu membelikan obat-obatan, persediaan bahan-bahan pokok, dan makanan yang tidak mudah rusak
  5. Hindari masuk ke dalam rumah mereka dan jaga jarak setidaknya 1 meter dari mereka
  6. Hindari acara sosial. Sebagai gantinya, bisa pertemuan bisa dilakukan secara virtual atau menggunakan telepon

Berisiko rendah bukan berarti tak berisiko

Dalam penggolongan masyarakat rentan ini, WHO mengingatkan, mereka yang berisiko rendah bukan berarti tidak berisiko tertular atau terjangkit penyakit Covid-19.

Bahkan jika seseorang berusia kurang dari 60 tahun dan tidak memiliki kondisi medis, mereka masih bisa terjangkit penyakit tersebut.

Untuk itu, siapa saja kini dianjurkan WHO untuk melakukan aktivitas berikut ini:

  • Rajin mencuci tangan
  • Batuk atau bersin pada siku yang terlipat atau bukan pada telapak tangan
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Hindari atau batasi berada di tempat-tempat ramai
  • Ikuti anjuran pemerintah
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit
  • Bersihkan dan disenfeksi permukaan dan benda-benda mati yang sering disentuh

Setiap orang juga dianjurkan untuk bersikap baik dengan mendukung orang-orang tercinta selama wabah virus corona.

Beberapa sikap baik yang bisa dilakukan, yakni:

  • Cek keadaan orang-orang yang terdekat secara berkata, terutama mereka yang terdampak
  • Dukung mereka untuk tetap melakukan hal-hal yang disukai
  • Bagikan informasi terutama dari WHO untuk membantu mengendalikan rasa cemas
  • Berikan nasihat yang tepat kepada anak-anak dan jaga agar mereka tetap tenang

https://health.kompas.com/read/2020/04/20/190000668/5-cara-membantu-orang-lain-yang-berisiko-terjangkit-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.