Salin Artikel

5 Cara Mengompres yang Benar Agar Demam Anak Cepat Turun

KOMPAS.com – Saat anak mengalami demam tinggi, banyak orang tua mencari berbagai cara untuk menurunkan suhu badan anak.

Mengompres masih menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan demam tinggi pada anak.

Namun sayang, banyak orangtua masih keliru saat melakukan langkah pertolongan pertama pada demam ini.

Misalnya saja, orangtua masih menggunakan air dingin atau alkohol untuk mengompres demam anak.

Padahal, air yang dianjurkan untuk mengompres anak demam, yakni air hangat karena dapat membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar lewat pori-pori tersebut.

Penggunaan air hangat juga berguna untuk merangsang tubuh agar menurunkan kontrol pengatur suhu tubuh lagi.

Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, menjelaskan jika kompres anak dilakukan dengan air yang terlalu dingin, maka pembuluh darahnya bisa mengecil, sehingga panas tubuh malah tidak keluar.

Anak yang demam juga bisa semakin menggigil untuk mempertahankan kesimbangan suhu tubuhnya saat dikompres air dingin.

Cara mengompres anak yang benar

Berikut ini beberapa saran mengenai cara mengompres yang benar agar demam anak cepat turun:

1. Gunakan suhu yang tepat

dr. Dien menjelaskan, air hangat yang diperlukan untuk mengompres anak demam yakni air yang memiliki suhu tidak melebihi suhu tubuh anak.

Dengan demikian, menurut dia, suhu air yang paling baik untuk mengompres anak demam biasa adalah 27-34 derajat Celsius.

Sementara, apabila anak mengalami demam dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 39 derajal Celsius, akan lebih baik jika dikompres dengan air hangat yang lebih panas mencapai 34-37 derajat Celcius.

"Makin tinggi suhu demam anak, makin hangat air kompres yang perlu diberikan," jelas dia kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

2. Kompres pada bagian tubuh yang tepat

dr. Dien menilai, kompres air hangat tidak efektif jika hanya diletakkan pada dahi atau kening.

Dia menerangkan, panas tubuh akan keluar melalui pembuluh-pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit yang berada di leher, ketiak, dan selangkangan.

Maka dari itu, pemberian kompres sebaiknya dilakukan di sekitar pembuluh-pembuluh darah besar, seperti di ketiak dan lipatan paha selama kurang lebih 15-20 menit.

“Perut atau bagian tubuh yang luas dan terbuka dapat pula dikompres,” kata dia.

3. Pertimbangkan penggunaan kompres sekali pakai

Kompres sekali pakai boleh digunakan tetapi tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 2 tahun.

Hal itu dikarenakan, kulit bayi masih sensitif.

Lagi pula, kompres sekali pakai hanya bisa mengompres sebagian kecil permukaan tubuh.

Padahal prinsip mengompres anak demam adalah membasahi seluruh permukaan tubuh.

4. Mengompres boleh dengan cara menyeka

Mengompres boleh juga dilakukan dengan menyeka.

Caranya, orangtua bisa mengusapkan air hangat di sekujur tubuh anak dengan handuk basah, kemudian keringkan.

Langkah itu lantas diulangi beberapa kali per 15-20 menit hingga suhu tubuh anak turun di bawah 38 derajat Celsius.

5. Boleh memandikan anak

Saat anak demam, beberapa orangtua memilih untuk tidak memandikan mereka dengan beragam alasan.

Padahal, menurut dr. Dien, anak-anak boleh saja dimandikan asal menggunakan air hangat dengan suhu 30-32 derajat Celsius.

Untuk mengukur ketepatan suhu tersebut, orangtua bisa memanfaatkan termometer air yang kini sudah banyak tersedia di pasaran.

Selain berfungsi untuk mengompres, mandi dengan air hangat juga bermanfaat guna membersihkan tubuh anak dari kuman yang ada di kulit.

Sebagai catatan, setelah mandi, tubuh anak harus segera dikeringkan dan cepat menggunakan pakaian agar mereka tidak sampai kedinginan.

“Anak boleh mandi seperti biasanya, yakni dua kali sehari,” ujar dia.

https://health.kompas.com/read/2020/06/15/180200568/5-cara-mengompres-yang-benar-agar-demam-anak-cepat-turun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.