Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

13 Penyebab Keringat Dingin, Termasuk Gejala Serangan Jantung?

KOMPAS.com - Keringat dingin adalah kondisi ketika Anda tiba-tiba merasakan dingin di tubuh yang terjadi bersamaan dengan keringat yang tidak normal, terlepas dari seberapa panas atau dinginnya lingkungan.

Keringat dingin biasanya muncul di bagian tubuh, seperti:

Tidak seperti keringat normal, keringat dingin bukanlah akibat dari olahraga berat atau suhu tinggi.

Keringat dingin juga berbeda dari keringat malam.

Dengan keringat malam, Anda akan sering terbangun di tengah malam dengan lapisan keringat di sekujur tubuh, dan pakaian, seprai, serta selimut Anda mungkin terasa lembap atau basah.

Keringat malam sendiri hanya terjadi saat Anda tidur.

Sementara, keringat dingin biasanya tidak terjadi di seluruh tubuh dan tidak terbatas pada saat Anda di tempat tidur atau tidur di malam hari.

Penyebab keringat dingin

Keringat dingin dapat disebabkan oleh berbagai kondisi berbeda.

Melansir Health Line, keringat dingin sering kali dikaitkan dengan respons "lawan atau lari" dari tubuh. Respons ini terjadi ketika tubuh mempersiapkan diri untuk menghindar atau terluka.

Keringan dingin juga umum terjadi untuk kondisi yang mencegah oksigen atau darah beredar ke seluruh tubuh.

Berikut ini adalah beberapa kondisi medis atau penyakit yang bisa menyebabkan keringat dingin:

1. Syok

Syok terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim atau cedera parah.

Saat tubuh mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah sebanyak yang mereka butuhkan untuk berfungsi.

Jika tubuh Anda berada dalam kondisi syok terlalu lama, organ bisa rusak. Dalam beberapa kasus, syok bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Selain keringat dingin, gejala syok bisa berupa:

2. Infeksi atau sepsis

Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh.

Dalam banyak kasus, infeksi bisa menyebabkan jaringan tubuh meradang karena sistem kekebalan mencoba melawan infeksi.

Sementara, sepsis dapat terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi bakteri atau virus yang serius di perut, paru-paru, sistem saluran kencing, atau jaringan tubuh utama lainnya.

Dengan sepsis, peradangan bisa terjadi di seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan darah menggumpal atau keluar dari pembuluh darah, sehingga mempersulit organ untuk mendapatkan darah segar dan oksigen yang bisa menjadi penyebab keringat dingin.

Sepsis bisa mengancam jiwa.

Jadi, segera cari bantuan medis darurat jika Anda berkeringat dingin dengan salah satu gejala berikut:

  • Demam tinggi
  • Merasa kedinginan dan menggigil
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Napas cepat
  • Denyut nadi cepat yang tidak normal
  • Sulit bernafas
  • Penurunan kesadaran

3. Mual atau vertigo

Mual adalah perasaan seperti Anda sedang sakit dan ingin muntah, meskipun Anda tidak selalu muntah saat merasa mual.

Mual bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti makan terlalu banyak atau minum obat tertentu.

Kondisi ini bisa menyebabkan keringat dingin.

Sementara itu, vertigo adalah pusing yang ditandai dengan perasaan seperti ruangan di sekitar bergerak padahal sebenarnya tidak.

Vertigo sering kali disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam dan hubungannya dengan otak.

Temui dokter Anda jika Anda melihat gejala umum vertigo selain keringan dingin, termasuk:

  • Gerakan mata yang tidak terkendali (nystagmus), bisa naik-turun, ke kiri-kanan, dan melingkar
  • Penglihatan kabur (diplopia)
  • Kesulitan berjalan
  • Kelemahan atau mati rasa abnormal
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Kesulitan berbicara

4. Pingsan

Pingsan (sinkop) terjadi saat Anda tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak.

Keringat dingin dapat muncul tepat sebelum atau setelah Anda pingsan.

Pingsan karena kehilangan oksigen otak dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk:

  • Mengalami dehidrasi
  • Menjadi terlalu panas atau terlalu banyak berkeringat karena olahraga atau suhu luar
  • Darah tidak mengalir keluar dari kaki dengan cukup cepat (menggenang)
  • Menjadi terlalu lelah
  • Memiliki kondisi jantung tertentu yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat

Temui dokter Anda segera jika menurut Anda kondisi jantung dapat menyebabkan Anda pingsan.

5. Nyeri hebat akibat cedera

Rasa sakit yang disebabkan oleh cedera, seperti patah tulang atau tertabrak di kepala, dapat menyebabkan keringat dingin, serupa dengan syok yang menyebabkan keringat karena organ tidak mendapatkan cukup oksigen.

Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti obat antiradang nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil), dapat membantu meredakan nyeri hebat dan menghentikan keringat dingin.

Anda bisa bicaralah dengan dokter sebelum menggunakan NSAID untuk memastikannya adalah pilihan yang aman untuk Anda.

6. Stres atau kecemasan

Stres atau kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tanggung jawab yang berlebihan di rumah, di tempat kerja, atau di sekolah dapat memicu keringat dingin.

Gejala lain bisa meliputi:

  • Nyeri yang tidak bisa dijelaskan
  • Muntah
  • Otot tegang

Efek ini diakibatkan oleh stres yang ditimbulkan kecemasan pada tubuh, yang dapat menghalangi oksigen masuk ke otak atau organ lain.

Memiliki gangguan kecemasan dapat mengganggu hidup Anda dan menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.

Temui dokter jika Anda yakin Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan.

Dokter mungkin dapat merujuk Anda ke terapis atau psikiater untuk menilai penyebab stres atau kecemasan Anda.

7. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri hebat dalam waktu lama.

Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh Anda merespons rasa sakit.

Migrain sendiri bisa melemahkan dan mengganggu hidup Anda.

Temui dokter jika migrain membuat Anda tidak dapat melakukan tugas sehari-hari atau jika Anda melihat salah satu dari gejala berikut:

8. Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi ketika jaringan tubuh kekurangan oksigan.

Hipoksia bisa disebabkan karena tidak menghirup oksigen yang cukup. Hal ini dapat terjadi saat Anda menghirup asap atau pergi ke tempat yang tinggi di mana suplai udaranya berkurang.

Merangkum Cleveland Clinic, hipoksia juga bisa terjadi akibat adanya kondisi medis yang mendasari.

Ini termasuk:

  • Asma
  • Penyakit paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, pneumonia, dan edema paru (cairan di paru-paru)
  • Penyakit jantung
  • Anemia

Ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, itu disebut hipoksia serebral.

Karena otak Anda kekurangan oksigen, tubuh Anda akan merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya, seperti:

  • Mengalami kesulitan berjalan atau mengontrol gerakan tubuh lainnya
  • Mengalami kesulitan memperhatikan
  • Mengalami kesulitan bernapas

Hipoksia parah dapat menyebabkan Anda kehilangan kesadaran atau koma.

Segera cari bantuan medis darurat jika hipoksia telah menyebabkan Anda kehilangan kendali atas tubuh Anda atau merasa ingin pingsan.

9. Hipotensi

Hipotensi terjadi ketika tekanan darah turun ke tingkat yang jauh lebih rendah dari biasanya.

Tekanan darah rendah adalah normal saat Anda tidur atau melakukan sedikit aktivitas, tetapi hipotensi bisa menjadi serius jika menyebabkan otak atau organ lain tidak mendapatkan cukup oksigen.

Gejala umum hipotensi lainnya termasuk:

  • Merasa pusing atau bingung
  • Memiliki penglihatan kabur
  • Pingsan tanpa peringatan
  • Merasa lelah
  • Merasa mual

Tubuh Anda bisa mengalami syok jika tekanan darah turun cukup rendah. Segera cari bantuan medis darurat jika kondisi ini terjadi.

10. Menopause

Menopause terjadi ketika keseimbangan tubuh dari dua hormon, yakni estrogen dan progesteron berubah secara dramatis, serta siklus menstruasi Anda berakhir.

Bersamaan dengan hot flash (perasaan panas yang bisa datang tiba-tiba pada wanita), keringat dingin adalah gejala fisik menopause yang paling terlihat.

Gejala menopause umum lainnya termasuk:

  • Mengalami perubahan dalam siklus menstruasi
  • Mengalami kesulitan mengontrol buang air kecil
  • Mengalami kesulitan tidur
  • Mengalami perubahan suasana hati atau kondisi mental
  • Bertambah berat badan
  • Merasa kurang nikmat saat berhubungan seks karena kekeringan vagina atau perubahan hormon

11. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah nama lain dari keringat berlebih.

Hiperhidrosis bisa terjadi saat Anda berkeringat karena olahraga atau kepanasan, namun seringnya keringat dingin yang disertai hiperhidrosis bisa terjadi tanpa peringatan.

Hiperhidrosis biasanya tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika itu terjadi tanpa gejala lain.

Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga, jadi mungkin hanya disebabkan oleh gen dan bukan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Namun, jika hiperhidrosis mengganggu hidup Anda, lebih baik jangan ragu untuk menemui dokter.

12. Hipoglikemia

Dengan hipoglikemia, gula darah Anda turun di bawah level normal.

Tubuh Anda bereaksi terhadap kekurangan gula darah yang mirip dengan kekurangan oksigen.

Jika Anda menderita diabetes, segera dapatkan bantuan medis untuk memulihkan kadar glukosa darah.

Makan atau minum makanan dan minuman manis, seperti jus buah juga dapat membantu memulihkan gula darah dalam waktu singkat.

Lantas, apakah keringat dingin termasuk tanda penyakit jantung?

Merangkum Medical News Today, keringat dingin ternyata dapat menjadi salah satu tanda peringatan pertama serangan jantung.

Jadi, serangan jantung masuk ke dalam daftar penyebab keringat dingin ke-13 yang perlu diwaspadai.

Untuk megantisipasi kondisi serangan jantung, seseorang sangat dianjurkan untuk bisa segera mencari bantuan medis jika tiba-tiba berkeringat dingin disertai dengan salah satu gejala berikut:

  • Ketidaknyamanan di dada atau nyeri dada
  • Sulit bernafas
  • Ketidaknyamanan atau nyeri di leher, rahang, perut, atau punggung
  • Sakit kepala atau pusing
  • Perasaan bahwa akan pingsan

Pilihan pengobatan keringat dingin

Perawatan keringat dingin tergantung pada apa yang menyebabkan Anda bisa mengalami gangguan ini.

Untuk langkah pertama, minum banyak air sepanjang hari dapat membantu menghindarkan Anda dari dehidrasi.

Sementara, berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan seperti merokok atau minum alkohol berlebihan dapat mencegah keringat dingin.

Dalam beberapa kasus di mana suplai oksigen Anda rendah, menarik napas dalam-dalam dapat membantu memulihkan suplai oksigen darah Anda.

Teknik meditasi dan relaksasi bisa membantu menenangkan kecemasan atau stres dan membantu Anda bernapas kembali.

Sedangkan kondisi medis yang mendasari keringat dingin kemungkinan dapat ditangani dengan obat-obatan, termasuk:

  • Antiperspiran resep
  • Penghambat saraf yang menghentikan saraf agar tidak memberi tahu otak untuk menyebabkan keringat
  • Antidepresan
  • Suntikan botox, yang juga dapat memblokir saraf yang memberi tahu otak untuk menyebabkan keringat

https://health.kompas.com/read/2021/02/16/200800068/13-penyebab-keringat-dingin-termasuk-gejala-serangan-jantung-

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke