Cegah ISPA, Riau Butuh Puluhan Ribu Masker

Kompas.com - 09/02/2009, 15:33 WIB
Editor

PEKANBARU, SENIN — Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengajukan bantuan masker kepada pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan (Depkes) sebagai langkah antisipasi menghadapi terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Riau.

"Kami sudah mengajukan bantuan masker untuk Riau ke pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Murzal Amir di Pekanbaru, Senin (9/2).

Meskipun tidak menyebutkan jumlah pasti, namun Murzal mengatakan, jumlah masker yang diajukan mencapai puluhan ribu. Ia menambahkan, pengajuan masker itu merupakan kebutuhan Diskes Provinsi Riau sepanjang tahun 2009.

Apabila indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukan kondisi memburuk akibat kabut asap, maka Diskes Riau akan membagikan masker ke masyarakat. Hal itu dimaksudkan untuk menekan kasus inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang ditimbulkan dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. "Masker guna mengantisipasi kabut asap akan didistribusikan kepada masyarakat dan diskes kabupaten/kota yang membutuhkan," katanya.

Namun demikian, hingga hari ini belum ada laporan yang masuk ke Diskes Riau terkait memburuknya ISPU sehingga masker belum dibagikan.

Sementara itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru menyatakan, ibu kota Provinsi Riau, Senin, diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten/kota.

Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18, terdapat 34 titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Riau. Banyaknya titik api atau hostpot di Riau telah mengakibatkan Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap sebagai sisa kebakaran hutan yang terbawa angin dari kabupaten/kota lain yang menjadi lokasi kebakaran hutan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.