Mitos Seputar Fitnes yang Harus Dilupakan

Kompas.com - 06/10/2010, 10:22 WIB
EditorLusia Kus Anna

1. Kardio membuat kita semakin mudah lapar. Ini adalah mispersepsi yang paling sering didengung-dengungkan. Sebab konon katanya, membakar ratusan kalori dengan melakukan kardio akan membuat tubuh kekurangan pasokan kalori, sehingga rasa lapar datang lebih cepat.

Penelitian membuktikan, olahraga tak langsung membuat seseorang makan lebih banyak. Dan jika persepsi itu benar, maka dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan nafsu makan para atlet yang dalam sehari bisa berlatih lebih dari 2 jam. Bahkan sebuah penelitian membuktikan, olahraga justru menekan rasa lapar, saat dan setelah berolahraga.

2. Efektifitas berjalan dalam membakar kalori lebih rendah dibanding berlari. Memang benar, saat kita berlari selama 30 menit, kalori yang dibakar lebih banyak ketimbang berjalan dalam durasi yang sama. Tapi jika kita berlari dan berjalan dalam jarak yang sama, jumlah kalori yang dibakar tak jauh berbeda. Dan sebenarnya yang penting dalam olahraga adalah intensitas yang kita pilih, sebab jarak serta waktu adalah elemen pendukung seberapa maksimal hasil yang akan kita raih.

3. Tidak ada waktu terbaik untuk berolahraga. Jika kita berolahraga untuk membuat badan bugar dan menurunkan berat badan, maka kapan pun waktu yang dipilih untuk melakukannya memang tidak langsung berhubungan dengan hasil yang kita raih. Yang terpenting adalah kita rutin berolahraga, selama tujuannya hanya untuk menyehatkan serta merampingkan pinggang.

Tapi bagi para atlet, waktu terbaik untuk berolahraga adalah sore hari, saat suhu tubuh sedang hangat. Kondisi ini akan membuat otot kita lebih hangat sehingga cepat bereaksi pada gerakan-gerakan tubuh. Plus pada situasi ini, kekuatan otot juga sedang masa puncak. Artinya, para atlet memilih waktu olahraga ini untuk sampai pada target olahraga yang cepat, plus bakar kalori lebih banyak.

4. Ingin ramping, berdiet saja sudah lebih dari cukup. Kita memang akan menurunkan berat badan jika mengurangi jumlah kalori yang masuk. Tapi olahraga akan membuat kalori-kalori yang terbakar itu tidak datang kembali. Sebab olahraga tak hanya membuang kalori, tapi juga membentuk otot-otot tubuh. Sehingga otot-otot yang tadinya berongga akibat kalori terbakar, tidak akan menjadi tempat bersembunyinya lemak, sebab ruangnya sudah dibentuk menjadi otot. Jadi, agar misi tubuh proporsionalnya menjadi kenyataan, jangan hanya membatasi kalori tapi lengkapi juga dengan rutin berolahraga. (PreventionIndonesiaonline/Siagian Priska)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.