Ruang Terbuka Hijau di Bekasi Terus Menyusut

Kompas.com - 06/12/2011, 19:44 WIB
EditorLatief

CIKARANG, KOMPAS.com - Ruang terbuka hijau di wilayah Kabupaten Bekasi terus mengalami penyusutan akibat beralih fungsi menjadi kawasan industri, perumahan, dan permukiman. Jumlah luasan RTH di wilayah tersebut saat ini hanya tinggal 4.350 hektare.

"Jumlah tersebut jelas sangat tidak ideal, sebab minimal RTH publik 30 persen dari luas wilayah Kabupaten Bekasi," kata Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Bekasi, Muchlis, di Cikarang, Selasa (6/12/2011).

Menurut Muchlis, mengacu pada UU Tata Ruang No 26 tahun 2007, dengan luas wilayah kabupaten mencapai 127.388 hektar, RTH yang dimiliki minimal 30 persen, atau 38.216 hektar.

"Untuk itu, dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah pengembangan (WP) 1 dan 4, menetapkan tidak boleh ada lagi pengalihfungsian RTH," katanya.

Muchlis menambahkan, WP 1 meliputi wilayah perkotaan Cikarang, sedangkan WP 4 berada di wilayah utara, meliputi Tarumajaya, Muaragembong, Babelan, dan Tambun Utara. Dia menambahkan, di WP 1 dan WP 4 tidak diperbolehkan ada lagi pengalihfungsian lahan RTH.

"Saat ini kita sedang melakukan penyesuaian dengan kondisi di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada bangunan yang berdiri di luar RDTR," katanya.

Untuk memenuhi target RTH 30 persen itu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan lahan pengganti di WP 2 dan WP 3. Hal tersebut masih sangat mungkin dilakukan karena daerah Kabupaten Bekasi masih memiliki banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Muchlis mengatakan, WP 2 dialokasikan untuk pertanian, perkebunan dan pemukiman, yaitu Kecamatan Bojong Mangu, Cibarusah dan Setu. Sementara itu, WP 3 untuk pertanian, yaitu Kecamatan Sukawangi, Pebayuran dan Sukatani.

"RTH itu bukan hanya berfungsi sebagai paru-paru kota atau penguat struktur tanah, tapi bisa dimanfaatkan untuk fasilitas sosial," katanya.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.