Kasus Aborsi Tak Aman Meningkat

Kompas.com - 20/01/2012, 15:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Jumlah kasus aborsi yang tidak aman meningkat di seluruh dunia. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) secara global terdapat 28 kasus per 1.000 perempuan setiap tahunnya. Jumlahnya naik dari 44 persen di tahun 1995 menjadi 49 persen pada tahun 2008.

Aborsi yang tidak aman merupakan penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia. Aborsi yang tidak aman sendiri mengacu pada prosedur yang dilakukan di luar rumah sakit, klinik, serta tenaga medis. Kaum perempuan yang melakukan tindakan tersebut beresiko tinggi menderita infeksi atau perdarahan.

Di negara berkembang, terutama yang melarang aborsi, mayoritas praktik aborsi tidak aman. Sekitar 97 persen aborsi di Afrika dilakukan tanpa bantuan medis. Sementara itu 95 persen kasus aborsi di Amerika Latin tidak aman, di Asia 40 persen, di Oceania 15 persen, dan 9 persen di Eropa.

Dalam proses pengumpulan data tersebut, yang notabene hal yang sulit di negara yang melarang aborsi, para peneliti melakukan survei, statistik resmi, dan data rumah sakit.

Mereka menyimpulkan meski angka aborsi turun sejak tahun 1995, namun karena angkanya stabil dan jumlah penduduknya meningkat, maka terjadi peningkatan kasus aborsi. Dengan kata lain terjadi peningkatan kasus aborsi mencapai 2,2 juta di tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2003.

"Aborsi yang tidak aman merupakan salah satu dari lima faktor penyebab kematian saat persalinan. Bila aborsi dilakukan dalam perawatan medis angka kematiannya 14 kali lebih rendah," kata Profesor Beverly Winikoff dari Gynuity, sebuah organisasi advokasi untuk aborsi yang aman.

Ia menambahkan, selama beberapa dekade, wanita yang berniat mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan akan melakukan segala cara untuk aborsi, bahkan jika hal itu ilegal dan membahayakan nyawanya," katanya.

Sementara itu Dr.Richard Horton, editor The Lancet, mengatakan, data terbaru mengenai kasus aborsi itu menunjukkan upaya yang dilakukan sejak tahun 1990 telah mengalami kemunduran.  "Hukuman, memberikan stigma, dan kriminalisasi aborsi adalah kejam dan strategi yang salah," katanya.

Data penelitian menunjukkan pada tahun 2008, 86 persen aborsi dilakukan di negara berkembang dan lebih dari separuh aborsi yang dilakukan di seluruh dunia tidak aman.
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.