Kompas.com - 20/02/2013, 11:52 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Nyeri punggung merupakan masalah kesehatan yang kadang dijumpai pada usia paruh baya hingga usia lanjut. Nyeri punggung bisa dialami lebih dari tiga bulan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kegiatan yang biasanya mudah saja dilakukan menjadi menyulitkan ketika penyakit ini kumat.

Namun, janganlah keliru memberi penilaian pada penyakit yang menjadi salah satu dari lima besar penyakit yang menyebabkan orang menjalani rawat inap di rumah sakit ini, akibat mempercayai mitos-mitos tidak benar seputar penyakit ini. Maka, sebaiknya Anda mengenali mitos-mitos berikut :

Mitos 1: "Istirahat adalah obat terbaik nyeri punggung."

"Istirahat selama lebih dari satu atau dua hari sangat jarang membantu mengobati nyeri punggung," ujar Andrew G. Kowal, ahli manajemen nyeri di Lahey Clinic di Burlington. Beberapa studi menunjukkan bahwa istirahat malahan membuat nyeri punggung semakin buruk. Maka sebaiknya lakukan banyak gerakan yang dapat memperbaikinya, seperti peregangan, berenang, dan berjalan.

Mitos 2: "Menurunkan bobot adalah obat nyeri punggung paling mujarab."

"Berat badan berlebih merupakan faktor risiko bagi nyeri punggung, tapi orang kurus pun bisa menderita nyeri punggung," ungkap Kowal. Faktor risiko yang lebih berperan bagi nyeri punggung antara lain usia, cedera, tidak aktif bergerak, postur tubuh yang kurang baik, posisi tidur, merokok dan stres.

Mitos 3: "Banyak pasien nyeri punggung kronis butuh operasi."

"Perkembangan teknologi seharusnya bukan menjadi "musuh" bagi pengetahuan dan pengalaman," kata Kowal. Menurutnya, tidak semua nyeri punggung kronis membutuhkan tindakan operatif, melainkan cobalah melakukan aktivitas fisik tertentu untuk mengobatinya. Jika tidak memberikan efek, barulah mengambil tindakan operatif.

Mitos 4: "Pergilah ke ahli chiropractic ketika mulai merasakan nyeri punggung."

"Chiropractic untuk nyeri punggung mungkin dapat membantu tubuh mengeluarkan endorfin untuk penanganan sementara, namun tidak ada bukti efeknya dapat bertahan lama," jelas Kowal. "Sebanyak 96 hingga 99 persen nyeri punggung akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari."

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.