Kompas.com - 12/04/2013, 08:59 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - PT Sarihusada terpilih menjadi salah satu anggota Dewan Pengurus (Board of Trustee) Konsorsium Resiliensi Merapi bersama sejumlah kalangan masyarakat sipil, perguruan tinggi, pemerintah dan pihak swasta.

Pemilihan tersebut dipimpin langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam Workshop 'Konsorsium Multipihak untuk Pengurangan Resiko Bencana Merapi' yang diinisiasi oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan United Nations Development Programme (UNDP) di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat (5/4/2013) lalu.

Konsorsium Resiliensi Merapi merupakan gerakan bersama pengurangan risiko bencana yang bertujuan untuk memperomosikan pendekatan pengurangan risiko bencana Gunung Merapi. Konsorsium bencana tersebut mulai dirintis di Yogyakarta bersama dengan pihak-pihak yang berdedikasi lintas institusi.

Berbagai kalangan yang dipercaya membidangi terbentuknya Konsorsium Resiliensi Merapi adalah GKR Hemas (Tokoh Masyarakat), Yeni Fatmawati (Corporate Affairs & Legal Director Sarihusada), Felia Salim (Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia), A Rizal Malik (Tokoh LSM),  Tony Prasetiantono (Dosen), Arifin Panigoro (Pengusaha), dan Meth Kusumohadi (Tokoh LSM).

Dewan Pengurus Resiliensi Merapi bertugas menjadi pemegang mandat penuh dari Rapat Umum Anggota (RUA) untuk menjamin tercapainya visi dan misi organisasi. Adapun, RUA merupakan pemegang kekuasaan tertinggi yang berperan dalam pengambilan keputusan terkait upaya pengurangan risiko bencana yang sistematis dan integratif Kawasan Merapi.

Dewan Pengurus juga bertugas menetapkan Badan Pengawas konsorsium yang bertugas melakukan pengawasan terhadap kinerja organisasi, mulai dari rencana kerja, program, strategi, hingga mekanisme kerja. Badan pengawas ini terdiri dari tokoh masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat sipil dan pemerintah provinsi DIY dan Jawa Tengah.

"Revitalisasi ekonomi dan sosial masyarakat yang menjadi korban erupsi Merapi merupakan tanggung jawab bersama para pihak. Oleh karena itu, kami harapkan dengan adanya konsorsium ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman warga Merapi dalam menghadapi situasi bencana. Sehingga akan tercipta masyarakat yang tangguh bencana," ujar Corporate Affairs and Legal Director Sarihusada Yeni Fatmawati dalam siaran persnya Rabu, (10/4/2013) .

Sebelumnya, Sarihusada juga telah membangun 'Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu' yang merupakan bagian dari program revitalisasi masyarakat korban bencana Merapi.

Fasilitas ini dibangun di Padukuhan Plosokerep, Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta. Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu seluas 1,7 hektar tersebut terdiri dari fasilitas perkandangan modern yang akan menampung 240 ekor sapi perah dilengkapi dengan milking equipment, laboratorium mini, cooling unit, biogas digester dan pembuatan kompos.  Fasilitas belajar bagi petani dan peternak, serta lahan percontohan permanen untuk budidaya pertanian, perikanan dan peternakan ternak kecil juga akan dibangun di lokasi yang sama.

Di luar Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu ini, Sarihusada bersama para pihak terkait juga membantu petani di 5 desa di Kabupaten Sleman yaitu Desa Umbulharjo, Desa Kepulharjo, Desa Glagaharjo, Desa Hargobingangun, dan Desa Purwobinangun dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan non sapi perah dan usaha produktif lainnya berbasis sumberdaya lokal.

Selain membantu petani dan peternak korban erupsi merapi, Sarihusada juga terus melanjutkan program Peningkatan Mutu Susu, yakni program yang ditujukan bagi peternak-peternak sapi perah di lereng merapi berupa kegiatan-kegiatan pembinaan kepada peternak dan pengurus koperasi susu.

"Program-program tersebut, diharapkan bisa membantu masyarakat dalam membangun sistem mata pencahariannya, sekaligus ikut membantu dalam meningkatkan kohesifitas sosial sebagai salah satu komponen penting dalam menghadapi kebencanaan," tandas Yeni Fatmawati. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.