Jumlah Penyuluh KB Terus Berkurang

Kompas.com - 17/06/2013, 10:22 WIB
Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Banda Aceh memperlihatkan jenis alat dan obat kontrasepsi kepada warga Serambi Indonesia/Bedu SainiPetugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Banda Aceh memperlihatkan jenis alat dan obat kontrasepsi kepada warga
EditorLusia Kus Anna

BANJARMASIN, KOMPAS - Jumlah penyuluh program keluarga berencana di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan terus berkurang dalam sepuluh tahun terakhir. Sebagian penyuluh diangkat menjadi pejabat oleh bupati atau wali kota dan belum diganti sampai sekarang.

Kondisi itu diperoleh dalam ekspedisi mobil unit penerangan (Mupen) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dimulai dari Kota Pontianak, Selasa (11/6), dan berakhir di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Senin (17/6). Ekspedisi bertajuk ”Borneo Mupen on The Road” itu menyusuri jalan trans-Kalimantan. Peserta dari Kalimantan Timur melaksanakan ekspedisi dari daerahnya dan bertemu peserta ekspedisi dari tiga provinsi lain di Barabai.

Kepala BKKBN Perwakilan Kalimantan Selatan Sunarto menjelaskan, saat ini hanya terdapat 606 penyuluh KB di daerahnya yang melayani 1.998 desa. Idealnya, satu penyuluh KB melayani maksimal dua desa. ”Untuk daerah-daerah sulit, satu penyuluh hanya mampu melayani satu desa,” katanya, akhir pekan lalu.

Di Kalimantan Barat, saat ini tersisa 202 penyuluh KB yang harus melayani 1.900 desa. ”Di salah satu kabupaten, jumlah penyuluh KB yang semula 15 orang, saat ini tak ada sama sekali karena diangkat menjadi pejabat. Di kabupaten lain, ada 8 dari 15 penyuluh KB diangkat menjadi camat. Posisi yang mereka tinggalkan tak pernah diisi lagi sehingga tugas penyuluh KB tersisa semakin berat,” kata Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar Dwi Listyawardani, Minggu (16/6).

Keluhan terbatasnya jumlah penyuluh KB itu juga diungkapkan Kepala BKKBN Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Sopiah dan Kepala BKKBN Kabupaten Landak, Kalbar, B Darmo CL. Di Pulang Pisau, hanya ada 8 penyuluh KB yang melayani 46 desa. Di Landak, 15 penyuluh KB melayani 156 desa.

Keterbatasan jumlah penyuluh KB yang juga menjadi fenomena umum di sejumlah daerah di Indonesia itu berkontribusi besar terhadap angka kelahiran yang cenderung tinggi dan angka fertilitas total (TFR) yang juga meningkat. Ini semacam bukti bahwa era Reformasi tak bisa mengulang sukses Orde Baru dalam program KB.

Dampak politik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak era reformasi dan penerapan sistem otonomi daerah, para penyuluh KB yang ditempatkan di kota dan kabupaten menjadi tanggung jawab bupati dan wali kota. Pemekaran daerah otonom baru juga menyebabkan persoalan KB kian rumit.

Di daerah pemekaran, jabatan fungsional harus diisi pegawai negeri sipil (PNS) yang memenuhi kualifikasi kepangkatan. Para penyuluh KB umumnya sarjana sehingga tak perlu waktu lama untuk memenuhi kualifikasi kepangkatan untuk mengisi jabatan fungsional di daerah otonom baru.

Perlunya penyuluh KB baru itu sudah berulang kali disuarakan, tetapi belum ada respons yang signifikan. ”Bisa dikatakan, program KB itu adalah korban otonomi daerah dan pemekaran karena penyuluh yang diangkat menjadi pejabat oleh bupati atau wali kota sampai sekarang tidak diganti,” kata Dwi.

Sambil menunggu respons pemerintah pusat yang lebih nyata, BKKBN Perwakilan Kalsel dan Kepolisian Daerah Kalsel membuat terobosan. Mereka bekerja sama melatih para bayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat menyosialisasikan program KB di desa-desa, terutama desa yang tak terlayani penyuluh KB. (AHA)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Perimenopause
Perimenopause
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.