Kompas.com - 22/08/2013, 14:09 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit ShutterstockIlustrasi pemeriksaan kanker kulit
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Kanker adalah penyakit yang tak pandang bulu. Pria dan wanita berisiko sama menjadi korban keganasan sel kanker. Hal yang sama terjadi pada kanker kulit. Peluang terjangkit penyakit ini adalah 17,2 per 100 ribu pada pria dan 17,3 per 100 ribu pada wanita.

Sejak 1970, rata-rata kematian pria karena melanoma meningkat 185 persen, sedangkan pada wanita hanya 55 persen. Sehingga diprediksi rata-rata kematian pada pria akan bertambah, sedangkan pada wanita cenderung stabil.

Riset terbaru menyatakan, pria berisiko 70 persen lebih besar meninggal akibat malignant melanoma atau kanker kulit ganas dibanding wanita. Malignant melanoma adalah tipe kanker kulit yang paling serius. Angka ini berdasarkan data yang diperoleh Cancer Research UK pada 2011.

Data menunjukkkan, pria yang meninggal akibat malignant melanoma mencatat prevalensi 3,4 per 100 ribu, sedangkan pada wanita adalah 2 per 100 ribu. Hal ini mengindikasikan dari 6.200 pria yang didiagnosis melanoma, sekitar 1.300 akan meninggal karena penyakit tersebut. Sedangkan pada wanita hanya terjadi pada 900 orang dari 6.600 yang terdiagnosa tiap tahunnya.

Para ahli kulit dari Cancer Research UK menyatakan, perbedaan tingkat kematian di antara pria dan wanita  mungkin disebabkan karena kaum pria cenderung terlembat didiagnosa pada saat melanoma sudah memasuki stadium lanjut. Akan tetapi, kemungkinan ada alasan biologis dibalik fenomena ini.

Sara Hiom, direktur khusus diagnoisis awak di Cancer Research UK mengatakan, salah satu alasan dari perbedan itu adalah kebiasaan memeriksakan diri ke dokter. "Perempuan cenderung enggan menghabiskan waktunya ke dokter, sedangkan pria sama sekali malas datang ke dokter," ujarnya.

Professon Julia Newton Bishop, pakar kulit dari Cancer Research UK juga menambahkan, pria dan wanita cenderung mengalami melanoma di tempat yang berbeda. "Lebih sering pada bagian punggung dan dada untuk pria, sedangkan wanita di area lengan dan kaki. Jika muncul pada area punggung, maka akan sulit terdeteksi. Meminta bantuan teman untuk memeriksa merupakan ide yang baik," ujarnya.

Melanoma memiliki beberapa faktor risiko.  Faktor risiko tersebut adalah, paparan UV berlebihan bisa dari matahari atau penggunaan tempat tidur tanning, warna kulit yang terlalu pucat dan banyaknya tahi lalat, serta riwayat keluarga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.