Kompas.com - 27/08/2013, 15:16 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Si mungil raspberry memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain manfaatnya untuk membakar lemak, mengurangi risiko serangan jantung, penyakit hati, dan penyakit-penyakit lainnya, buah yang memiliki rasa manis dan asam ini juga dapat memperbaiki kesuburan baik pria dan wanita.

Para pakar mengatakan, kandungan vitamin C dan magnesium dalam raspberry adalah kunci yang menimbulkan efek tersebut. Selain itu, antioksidan pada buah ini menjaga kesehatan sperma, memperbaiki konsepsi, dan mengurangi risiko keguguran.

Dalam studi yang dilakukan tahun lalu, para peneliti dari Departement of Enegy's Lawrence Berkley National Laboratory AS menemukan hubungan kuat antara asupan vitamin C tinggi dan peningkatan kualitas sperma.

Analisa terhadap 80 relawan pria menunjukkan, mereka yang mengkonsumsi vitamin C paling tinggi bersiko 20 persen lebih kecil mengalami kerusakan DNA sperma daripada mereka yang mengkonsumsi dalam jumlah sedikit. Pada pria yang berusia lebih tua, kualitas sperma bahkan menyamai pria muda.

"Kami menemukan pria berusia 44 tahun atau lebih tua memiliki kualitas sperma yang sama dengan pria muda, asalkan mereka mengkonsumsi mikronutrien tertentu dengan jumlah yang disarankan," ujar penulis studi Andy Wyrobek.

Hal ini berarti ada cara untuk menghindari kerusakan DNA sperma pria akibat penuaan, salah satunya dengan konsumsi buah raspberry.

Menurut ahli gizi spesialis kesuburan Juliet Wilson, wanita pun mendapat keuntungan yang sama dari buah satu ini. Raspberry mengandung folat yang tinggi sehingga berguna untuk memperbaiki kesuburan wanita.

Folat diketahui merupakan zat gizi penting saat kondisi kunci kesuburan wanita dan pembentukan awal embrio. Saat hamil, konsumsi cukup buah ini membantu mencegah kecacatan lahir yang berupa kelainan otak dan tulang belakang.

"Raspberry memang belum sepopuler jenis berry lain, namun kandungan nutrisinya yang melimpah membuatnya tidak bisa disepelekan," ungkapnya.

Raspberry merupakan buah yang berasal dari Eropa. Namun karena penggemarnya datang dari seluruh dunia, maka buah ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.