Kompas.com - 16/09/2013, 11:14 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com —
Untuk urusan kejantanan, pria identik dengan hormon testosteron. Namun untuk menjaga hasrat seksualnya tetap baik di usia lanjut, pria juga butuh hormon wanita yaitu estrogen.

Sebuah studi baru mengindikasikan, pria yang kekurangan hormon estrogen dalam tubuhnya lebih besar risikonya mengalami gejala "menopause pria", seperti hasrat seks yang hilang. Selain itu, mereka juga rentan terhadap obesitas.

"Kekurangan testosteron pada pria diketahui memengaruhi hal-hal yang berkaitan dengan kejantan pria. Namun sebenarnya hal tersebut juga berkaitan dengan kekurangan hormon esterogen," ujar peneliti studi, Dr Joel Finkelstein, dari Massachusett General Hospital.

Testosteron merupakan hormon seks utama pada pria. Kemudian, tubuh pria mengubah sebagian testosteron ke dalam bentuk estrogen. Keduanya dibutuhkan untuk menghambat penuaan.

Sayangnya, pria kerap menghadapi problem umum berkurangnya produksi testosteron dalam tubuh karena bertambahnya usia. Akibatnya, produksi estrogen pun juga ikut berkurang.

Studi melibatkan 400 relawan pria sehat yang berusia 20 hingga 50 tahun. Mereka diberikan suntikan obat setiap bulan yang dapat menurunkan produksi testosteron mereka sementara.

Mereka juga diberi dosis testosteron yang bervariasi dalam bentuk gel. Sebagian lagi diberi gel plasebo. Dan mereka juga diberikan obat yang mencegah konversi testoteron menjadi estrogen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi tersebut didesain untuk memudahkan peneliti membandingkan efek perbedaan kadar setiap hormon. Efek yang diukur antara lain untuk kekuatan dan komposisi tubuh.

Setelah 16 minggu, para peneliti mencatat, massa otot dan kekuatan tergantung pada hormon testoteron, dan massa lemak tergantung pada estrogen. Keduanya dibutuhkan untuk menjaga hasrat dan performa seksual.

Kendati demikian, para pakar menilai, periode studi masih terlalu singkat untuk melihat keuntungan dan risiko jangka panjang, seperti efek suplemen testosteron pada jantung, kognitif, pembesaran prostat atau kanker.

Serta, pengurangan produksi testoteron yang tidak alami mungkin tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Para peneliti mengatakan, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menyempurnakan kesimpulan hasil temuan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Keputihan
Keputihan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.