Kompas.com - 25/09/2013, 09:31 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
 — Pada kasus lahirnya kembar parasit di Bandung, diketahui ada bayi parasit pada mulut bayi yang sempurna. Bahkan bayi parasit yang keluar dari dalam mulut anak pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (33) warga Kampung Cikadu, Desa Ciroyom Hilir, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, itu mungkin tidak hanya satu. Bagian Humas Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengindikasikan bayi yang telah diberi nama Ginan Septian Nugraha ini kemungkinan besar kembar tiga.

Namun begitu, sejauh ini belum diketahui pasti apakah bayi parasit ini menutupi mulut bayi sempurna. Posisi ini dapat menentukan kapan pemisahan sebaiknya dilakukan.

Menurut pendapat dr Rosalina Dewi Roeslani SpA(K), spesialis anak dari Divisi Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, jika posisi bayi parasit menutupi mulut sebagai tempat masuknya makanan minuman bayi sempurna, pemisahan perlu segera dilakukan.

"Kalau bayi yang kondisinya sempurna tertutup mulutnya oleh parasit sehingga tidak bisa makan, maka harus segera dipisahkan," ungkap dr Rosi (sapaan akrab dr Rosalina) saat ditemui Kompas Health di Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Untuk mempertahankan kondisi bayi, yang disebut bayi risiko tinggi seperti ini, mungkin saja bisa mengandalkan infus untuk asupan makanan minumannya. Namun, bayi tidak bisa terus-menerus diberikan infus.

Dr Rosi memaparkan, untuk kasus bayi Ginan, bila mulutnya tertutup semua maka Total Parenteral Nutrition (TPN) rata-rata bisa diberikan. Namun pemberian TPN saja tanpa minum akan menimbulkan efek samping.

Ia melanjutkan, bayi membutuhkan 120 kalori per hari untuk tumbuh. Pemberian TPN lewat infus biasanya hanya memberikan kebutuhan kalori 80-100 kalori per harinya. Jadi, bayi kembar parasit tidak bisa hanya mengandalkan infus untuk memenuhi asupan makanan minumannya.

"Penggunaan TPN terlalu lama juga bisa menimbulkan gangguan hati. TPN minimal memenuhi kebutuhan basal, tapi itu pun hanya setengahnya. Bayi tidak bisa tumbuh jika hanya mengandalkan TPN," jelasnya.

Namun kalau makanan minuman bisa masuk ke tubuh bayi melalui bantuan selang ke lambung, bayi bisa saja tumbuh lebih baik. Kalau cara ini berhasil mendukung pertumbuhan bayi, maka operasi pemisahan kembar siam parasit ini bisa ditunda sampai bayi tumbuh lebih besar.

Sementara itu, jika bayi kembar parasit kondisinya tidak menutupi mulut, pemisahan bisa dilakukan setelah kondisi bayi stabil. Dengan kata lain, jika asupan makanan dan minuman tidak terganggu oleh bayi parasit ini, pemisahan bisa dilakukan saat bayi berusia 3-5 bulan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.