Kompas.com - 21/10/2013, 17:16 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (BPOM RI) sepanjang 2013 menemukan 4.232 itemkosmetik berbahaya. Jumlah total yang diamankan mencapai 74.067 produk, terbagi atas tanpa izin edar (TIE) dan mengandung bahan berbahaya.

Temuan ini merupakan hasil pengambilan sampel dari pusat penjualan kosmetik yang ada di seluruh Indonesia. Tahun ini, BPOM RI menggunakan 42.000 sampel produk dari seluruh Indonesia. Hasil pengambilan sampel diperoleh dari hasil operasi pengawasan rutin dan non-rutin sampai Juli 2013.

"Temuan kosmetik berbahaya paling banyak ada di Jakarta dan Surabaya," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Kompeten BPOM RI T Bahdar J Hamid pada temu media tentang "Kosmetik Berbahaya" di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Untuk Jakarta, produk kosmetik berbahaya banyak ditemukan di Pasar Asemka, Jakarta Pusat. Jenis produk berbahaya antara lain pemutih, pewarna bibir, rambut, dan pipi.

Hasil pengawasan rutin menemukan 1.265 jenis kosmetik TIE, dan 52 jenis kosmetik dengan bahan berbahaya. Jumlah total produk untuk hasil pengawasan rutin adalah 42.812 buah untuk kategori TIE, dan 2.529 buah untuk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Adapun untuk operasi pengawasan non-rutin diperoleh 2.741 item kosmetik TIE, dan 174 item yang mengandung bahan berbahaya. Jumlah produk hasil pengawasan rutin adalah 25.462 buah untuk kategori TIE, dan 3.264 buah untuk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Badar menjelaskan, kosmetik TIE merupakan produk kecantikan yang tidak memiliki nomor notifikasi izin peredaran. Akibatnya, BPOM RI tidak menjamin keamanan konsumen saat menggunakan produk tersebut. Hal ini dikarenakan produk tersebut tidak melalui sejumlah tes yang disyaratkan BPOM RI, termasuk tes alergi.

Badar juga mengatakan, kosmetik dengan bahan berbahaya mengandung bahan kimia yang seharusnya tidak boleh ada. "Kita banyak menemukan rhodamin atau hidroquinon (air keras) dalam kosmetik. Rhodamin yang merupakan perwarna merah untuk tekstil ditemukan dalam lipstik atau blush on, sedangkan air keras ada dalam pemutih," kata Bahdar.

Penggunaan rhodamin dan hidroquinon berisiko tinggi bagi konsumen, dan bisa menyebabkan kematian. Pada beberapa kasus, penggunaan kedua zat memicu reaksi alergi yang cukup parah sehingga merugikan konsumen. Beberapa zat kimia berbahaya lain yang ditemukan dalam kosmetik adalah merkuri dan methanil yellow.

Menurut Bahdar, secara keseluruhan tren temuan pada 2013 menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, hasil temuan tetap menunjukkan potensi risiko yang cukup tinggi pada masyarakat. BPOM RI, kata Bahdar, sudah memusnahkan dan mengamankan 44.777 kosmetik TIE ataupun mengandung bahan berbahaya.

Untuk masyarakat, Bahdar menyarankan untuk selalu waspada dan tidak tergiur iklan. "Belilah kosmetik dengan label kemasan yang jelas. Kosmetik juga sebaiknya dibeli di penjual yang jelas sehingga konsumen bisa merasa lebih aman dan nyaman," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.