Kompas.com - 16/01/2014, 11:39 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
- Sebuah alat baru memberi secercah harapan dalam perawatan mendengkur dan sleep apnea. Alat tersebut berupa implan yang ditanamkan di dada untuk menstimulasi saluran nafas atas. Alat ini berfungsi seperti pacemaker pada jantung, hanya saja ia merangsang saraf-saraf pada rahang untuk membuka saluran nafas.

Ngorok selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Kebanyakan masyarakat di Indonesia bahkan beranggapan bahwa dengkuran merupakan tanda dari tidur yang nyenyak. Padahal, kenyataannya malah sebaliknya, mendengkur justru membuat kualitas tidur seseorang jadi buruk jika terjadi episode henti nafas di antaranya.

Mendengkur terjadi karena menyempitnya saluran nafas atas saat tidur. Jaringan-jaringan lunak seperti langit-langit mulut, pangkal lidah dan dinding belakang faring kehilangan refleks hingga melemah saat tidur. Akibatnya, saluran nafas jadi menyempit. Sempitnya saluran sebabkan peningkatan tekanan yang menggetarkan jaringan lunak sepanjang jalan nafas atas. Inilah penyebab suara dengkur.

Mendengkur jadi berbahaya ketika penyempitan saluran nafas pada akhirnya menghambat aliran udara saat tidur. Akibatnya, walau ada gerakan nafas, aliran udara terhenti. Gerakan nafas pun tampak menghebat karena usaha tubuh kompensasi. Kondisi ini disebut sleep apnea atau henti nafas saat tidur.

Karena sesak, penderita akan terbangun singkat tanpa terjaga. Ia tak sadar jika sepanjang tidur terbangun-bangun, ia hanya merasa bangun tak segar dan mudah mengantuk di siang hari. Kantuk berlebihan atau hipersomnia serta tidur mendengkur merupakan dua gejala utama dari sleep apnea.

Perawatan

Setelah diagnosis di laboratorium tidur, pendengkur akan diberi perawatan. Perawatan bisa berupa penggunaan CPAP, dental appliances atau pembedahan tergantung hasil pemeriksaan tidur. Sampai saat ini efektivitas perawatan terbaik adalah penguunaan CPAP.

CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) meniupkan tekanan positif ke saluran nafas untuk mengganjal saluran nafas agar tetap terbuka. Dimana pun letak sumbatan ia akan membuka saluran. Macam-macam alat dan penyetelan alat tergantung pada jenis dan keparahan serta komplikasi dari sleep apnea yang diderita.

Dental appliances dan pembedahan juga bisa jadi sangat efektif jika dilakukan pada kondisi yang tepat. Misalkan pada pasien-pasien yang tidak dapat gunakan CPAP, alternatif terapi lain bisa dipertimbangkan.

Alat baru

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.