Herbal China Kurangi Risiko Diabetes

Kompas.com - 20/01/2014, 10:41 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Pengobatan herbal tradisional asal China dilaporkan mampu memperlambat timbulnya gejala diabetes. Percobaan klinis tersebut menemukan, manfaat herbal ini ternyata setara dengan obat kimia yang diresepkan untuk mengontrol gejala pra-diabetes.
 
Dalam penelitian tersebut, pengobatan tradisional China menunjukkan kemampuan menghambat kondisi pra-diabetes menjadi diabetes tipe 2. Pra-diabetes adalah kondisi saat level gula darah seseorang mulai naik, namun tidak cukup besar hingga masuk dalam diabetes tipe 2. Seseorang yang menghadapi kondisi pra-diabetes berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 2, serangan jantung, dan stroke.   
 
Salah satu peneliti, Chun Su Yuan, dari University of Chicago mengatakan, dengan banyaknya kasus diabetes sangat penting mengambil langkah yang bisa menghentikan peningkatannya di seluruh dunia.

"Pasien kerap berjuang mengubah gaya hidupnya hingga mampu mengontrol kadar gula darah. Sementara pengobatan saat ini memiliki keterbatasan dan efek samping pada pencernaan (gastrointestinal) pasien. Pengobatan herbal tradisional China menawarkan opsi pengontrolan gula darah, baik sendiri atau bersama pengobatan lain,” kaya Yuan.

 
Selama riset ini, diperkirakan sekitar 389 orang berpartisipasi di 11 pusat riset di seluruh China. Para responden secara acak memilih kapsul yang merupakan campuran 10 herbal China atau sebuah placebo. Selama setahun, para responden terus mengonsumsi campuran herbal China yang disebut Tianqi atau placebo sebanyak tiga kali sehari sebelum makan.
 
Para responden juga menerima edukasi bulanan terkait gaya hidup di luar pelaksanaan riset. Selain itu responden bisa bertemu ahli nutrisi beberapa kali selama pelaksanaan riset.      
 
Pada akhir riset, sebanyak 36 partisipan pengonsumsi Tianqi terdiagnosa diabetes. Jumlah ini lebih sedikit daripada kelompok yang mengonsumsi placebo, yaitu 56 responden. Analisa yang dilakukan membuktikan, konsumsi Tianqi mengurangi risiko diabetes hingga 32,1 persen dibandingkan yang mengonsumsi placebo. Hasil ini sesuai dengan semua tingkat usia dan jenis kelamin para responden.
 
Hasil tersebut ternyata setara dengan pengurangan risiko dengan menggunakan acarbose and metformin. Acarbose dan metmorfin adalah obat kimia yang kerap diresepkan untuk mengontrol kadar gula darah.  
 
Tianqi yang dikonsumsi setelah makan, terdiri atas beberapa herba yang terbukti mampu menurunkan dan meningkatkan kontrol gula darah. Salah satu peneliti, Xiaolin Tong, dari Guang'anmen Hospital di Beijing, China mengatakan, beberapa riset klinis yang terkontrol telah memastikan dampak pengobatan tradisional China pada diabetes.

“Temuan kami menunjukkan pendekatan ini bisa sangat berguna untuk memperlambat kemajuan diabetes,” katanya.

 
Kendati begitu, diperlukan lebih banyak riset untuk mengevaluasi peran pengobatan herbal China dalam pencegahan dan pengontrolan diabetes. Saat ini riset tentang manfaat Tianqi sudah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism (JCEM).   
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber dailymail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X