Kompas.com - 21/05/2014, 08:31 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Dampak kurang tidur tidak hanya buruk bagi orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Dampak yang secara langsung bisa dirasakan yaitu mengantuk di siang hari hingga sulit berkonsentrasi. 
 
Sementara dampak jangka panjang dari kurang tidur yaitu gangguan jiwa hingga penyakit jantung. Bahkan baru-baru ini, sebuah studi menemukan, anak-anak juga bisa mengalami dampak jangka panjang dari kurang tidur, yaitu peningkatan risiko obesitas.

Obesitas diketahui sebagai salah satu faktor risiko dari penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular ataupun stroke.

 
Studi asal Massachusetts General Hospital for Children tersebut menganalisa dampak kurang tidur pada anak usia enam bulan hingga tujuh tahun. Data yang dikumpulkan meliputi kesehatan fisik dan pola tidur dari anak-anak, termasuk tidur siang. 
 
Data dikumpulkan setiap tahun. Informasi yang didapat dari data itu adalah tinggi badan, lemak perut, massa tubuh, lingkar pinggang dan pinggul yang diukur saat anak-anak berusia tujuh tahun.
 
Peneliti memberikan skor 0-13 untuk kecukupan tidur peserta. Angka 0 adalah untuk kekurangan tidur yang parah dan 13 untuk cukup tidur.
 
Cukup tidur untuk anak-anak didefinisikan sesuai dengan usia dari mereka. Untuk anak usia enam bulan hingga dua tahun, tidur kurang dari 12 jam sehari dianggap sebagai kurang tidur. Bagi anak usia tiga hingga empat, dikatakan cukup tidur bila lebih dari 10 jam per hari. Dan untuk anak usia lima hingga tujuh tahun, tidur perlu dilakukan tidak kurang dari sembilan jam sehari.
 
Peneliti menemukan, anak dengan skor tidur yang terrendah memiliki lemak perut lebih tinggi, yang merupakan indikator dari obesitas. Peneliti mengatakan, kurang tidur banyak dilaporkan terjadi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan ibu yang kurang berpendidikan.
 
"Studi ini menambah bukti bahwa kurang tidur merupakan faktor risiko obesitas dan kelebihan lemak yang kuat pada anak-anak. Penguaruh ini juga terjadi pada anak-anak di usia berapapun," kata Elsie Taveras, kepala kedokteran anak di rumah sakit tersebut.
 
Peneliti mencatat, perlu adanya penelitian lebih lanjut yang dapat membuktikan apakah memperbaiki waktu tidur juga dapat memperbaiki obesitas atau tidak. Perbaikan waktu tidur dilakukan dengan cara membatasi konsumsi minuman berkafein dan mengurangi paparan gadget.
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber foxnews

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.