Kompas.com - 03/06/2014, 16:04 WIB
Ilustrasi obesitas shutterstockIlustrasi obesitas
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Penyebab kegemukan atau obesitas secara umum adalah tak seimbangnya antara jumlah asupan makanan dan kalori yang dibakar melalui aktivitas fisik. Namun, pemicu kegemukan pada setiap orang berbeda. Oleh karena itu, kegemukan pada setiap individu perlu ditangani secara spesifik.

”Faktor penyebab kegemukan banyak. Meski ada pengaruh metabolisme tubuh, sumber utamanya sama, yaitu penumpukan kalori dari makanan,” kata dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta, AR Inge Permadhi, Senin (2/6), di Jakarta.

Seseorang jadi gemuk bisa dipicu oleh penyakit, obat-obatan tertentu, atau pola makan keliru yang membuat metabolisme tubuh melambat. Masalah metabolisme itu mengakibatkan ada orang yang makan dengan porsi banyak, tetapi tetap kurus; atau sebaliknya, makan sedikit, tetapi cepat gemuk.

Inge menambahkan, kegemukan bisa disebabkan pemakaian hormon tertentu dalam alat kontrasepsi. Ibu beranak banyak atau perempuan yang sudah menopause juga mudah gemuk.

Faktor sosial juga bisa memicu kegemukan. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat membuat konsumsi makanan olahan dan siap saji naik. Padahal, makanan itu cenderung tinggi kalori, kaya lemak, garam, dan gula. Makanan itu tak sehat, tetapi enak.

Persoalan budaya juga mendongkrak jumlah orang gemuk. Ahli antropologi kesehatan dari Departemen Antropologi Universitas Indonesia, Sri Murni, mengatakan, pada beberapa suku bangsa, gemuk masih dianggap sebagai simbol kemakmuran.

Bagi orang Jawa, langsing adalah bentuk tubuh ideal. Namun, setelah pindah ke kota besar, bertambahnya berat badan jadi ukuran yang menunjukkan naiknya kesejahteraan.

Pandangan serupa ada di masyarakat Batak. Seorang gadis sebelum menikah wajib bertubuh langsing. Namun, setelah menikah, berat badannya harus naik. ”Jika tidak, keluarga besar akan menganggap suami tak mampu menafkahi istri,” kata Sri.

Beban ganda

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, sebanyak 13,5 persen orang dewasa berusia di atas 18 tahun punya berat badan berlebih dan 15,4 persen penduduk kegemukan. Jika pada 2013 ada lebih dari 160 juta penduduk dewasa, berarti minimal ada 46 juta orang gemuk di Indonesia.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.